TLDR
Laser ultraviolet vakum yang baru ini memiliki efisiensi tinggi dan ukuran kompak. Teknologi ini dapat memungkinkan penelitian yang lebih mendalam dalam bidang kimia dan material. Jam nuklir yang menggunakan teknologi ini bisa menjadi lebih praktis dan portabel. Para peneliti di University of Colorado Boulder berhasil mengembangkan laser ultraviolet vakum yang 100 hingga 1.000 kali lebih efisien dibanding teknologi sebelumnya. Laser ini menghasilkan pancaran cahaya pada panjang gelombang 100-200 nanometer yang sulit diakses. Perangkat ini cukup kecil untuk diletakkan di atas meja.Tim menggunakan kombinasi laser merah dan biru bersama ruang serat inti berlubang anti-resonansi yang diisi dengan gas xenon. Proses ini memungkinkan atom xenon menyerap dan memancarkan kembali cahaya pada panjang gelombang lebih pendek di wilayah ultraviolet vakum. Henry Kapteyn dan Margaret Murnane dari JILA memimpin riset ini.Keberhasilan ini membuka jalan untuk pengembangan mikroskop beresolusi tinggi dan jam nuklir thorium yang lebih praktis dan portabel. Jam nuklir ini dapat meningkatkan teknologi navigasi, misi luar angkasa, dan pencarian planet ekstrasurya. Penelitian ini akan dipresentasikan di APS Global Physics Summit.