
Courtesy of TechCrunch
Alat Peretas iPhone Milik Kontraktor AS Bocor dan Disalahgunakan Oleh Rusia dan China
Mengungkap bagaimana alat peretasan canggih yang dikembangkan untuk pemerintah AS dan sekutunya bisa jatuh ke tangan kelompok peretas Rusia dan kriminal siber China, serta dampaknya terhadap keamanan siber global.
11 Mar 2026, 00.44 WIB
178 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Toolkit Coruna, awalnya dirancang untuk spionase, disalahgunakan oleh kelompok peretasan untuk tujuan kriminal.
- Penjualan alat peretasan oleh mantan karyawan L3Harris menunjukkan risiko kebocoran teknologi pertahanan ke tangan yang salah.
- Kolaborasi antara geng ransomware dan pihak yang menjual alat peretasan menciptakan ancaman cyber yang lebih besar bagi keamanan global.
Ukraina, China - Sebuah toolkit peretasan iPhone bernama Coruna yang awalnya dibuat oleh perusahaan kontraktor militer AS, L3Harris, bocor dan digunakan oleh kelompok peretas Rusia dan kriminal siber China. Toolkit ini pertama digunakan untuk operasi rahasia oleh pemerintah Barat sebelum jatuh ke tangan tidak berwenang.
Peter Williams, mantan manajer Trenchant, mencuri dan menjual alat peretasan tersebut ke Operation Zero, sebuah perusahaan broker eksploitasi hubungan dengan Rusia. Google dan iVerify mengonfirmasi bahwa toolkit ini mengeksploitasi zero-day dan digunakan dalam serangan global termasuk operasi Triangulation.
Kebocoran ini berpotensi memperbesar ancaman spionase dan pencurian data di seluruh dunia, terutama bagi pengguna iPhone di negara-negara yang menjadi target. Kasus ini menjadi peringatan kuat tentang kebutuhan pengamanan lebih ketat dan pengawasan terhadap alat-alat pengintaian yang sensitif.
Referensi:
[1] https://techcrunch.com/2026/03/10/us-military-contractor-likely-built-iphone-hacking-tools-used-by-russian-spies-in-ukraine/
[1] https://techcrunch.com/2026/03/10/us-military-contractor-likely-built-iphone-hacking-tools-used-by-russian-spies-in-ukraine/
Analisis Ahli
Rocky Cole
"Berdasarkan data teknis dan timeline, Trenchant dan pemerintah AS kemungkinan adalah pengembang asli Coruna. Ini menunjukkan keterkaitan erat antara kontraktor militer dan operasi intelijen rahasia yang kemudian disusupi oleh pihak tidak bertanggung jawab."
Boris Larin
"Meski tidak ada bukti definitif mengarah ke satu kelompok tertentu, eksistensi eksploitasi yang sama di banyak kampanye peretasan menunjukkan alat ini mudah diduplikasi dan disalahgunakan oleh banyak aktor, mengaburkan garis atribusi serangan siber."
Analisis Kami
"Kasus ini mengungkap betapa rentannya keamanan perangkat lunak militer dan surveilans jika tidak dijaga dengan ketat. Kebocoran alat seperti Coruna menunjukkan bahwa selain ancaman dari negara asing, insider threat menjadi risiko terbesar yang dapat merusak kepercayaan dan stabilitas keamanan nasional."
Prediksi Kami
Ketika alat pengawasan dan hacking canggih semakin mudah bocor dan beredar di pasar gelap, serangan siber yang menggunakan teknologi militer bisa meningkat drastis, memperparah konflik siber global serta memperluas target kriminalitas digital di berbagai negara.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa tujuan dari toolkit Coruna yang digunakan dalam peretasan iPhone?A
Toolkit Coruna digunakan untuk melakukan serangan canggih terhadap pengguna iPhone, termasuk pencurian uang dan cryptocurrency.Q
Siapa yang mengembangkan alat peretasan Coruna?A
Alat peretasan Coruna kemungkinan dikembangkan oleh L3Harris, khususnya divisi mereka yang bernama Trenchant.Q
Bagaimana Coruna jatuh ke tangan kelompok peretasan Rusia dan China?A
Coruna jatuh ke tangan kelompok peretasan Rusia dan China setelah Peter Williams menjual alat tersebut ke Operation Zero, yang kemudian menyebarkannya.Q
Apa yang dilakukan Peter Williams terkait dengan alat peretasan dari Trenchant?A
Peter Williams menjual alat peretasan dari Trenchant ke Operation Zero dan dihukum penjara selama tujuh tahun karena pencurian tersebut.Q
Mengapa Kaspersky tidak secara terbuka menuduh pemerintah AS terlibat dalam kampanye peretasan?A
Kaspersky tidak menuduh pemerintah AS secara terbuka karena mereka merasa tidak memiliki bukti kuat dan ingin menjaga informasi sensitif.



