TLDR
Toolkit peretasan Coruna berasal dari pengembang militer dan telah jatuh ke tangan kelompok peretasan yang tidak sah. Peter Williams, mantan pegawai L3Harris, menjual alat peretasan kepada pihak Rusia, yang menunjukkan risiko kebocoran teknologi pengawasan. Kolaborasi antara berbagai organisasi keamanan siber penting dalam mengidentifikasi dan menganalisis serangan siber global. Sebuah toolkit hacking iPhone canggih bernama Coruna yang awalnya dikembangkan oleh kontraktor militer AS, L3Harris, bocor dan digunakan oleh peretas negara lain termasuk Rusia dan China. Toolkit ini digunakan dalam serangan global yang menargetkan pengguna iPhone di Ukraina dan Cina. Coruna terdiri dari berbagai komponen yang awalnya dibuat untuk operasi mata-mata spesifik oleh pemerintah Barat.Toolkit ini dicuri dan disebarkan oleh mantan manajer L3Harris, Peter Williams, yang menjualnya ke perusahaan Rusia, Operation Zero, yang kemudian menjualnya lagi kepada kelompok peretas dan kriminal siber terkait. Investigasi Google dan iVerify menunjukkan hubungan antara Coruna dan kampanye hacking Operation Triangulation. Penggunaan exploit bernama Photon dan Gallium memperlihatkan kesamaan dengan toolkit milik Trenchant.Akibat kebocoran ini, jutaan perangkat berpotensi diretas dan digunakan untuk mencuri uang serta data. Hal ini menaikkan risiko keamanan nasional dan global, serta menimbulkan pertanyaan serius tentang pengawasan teknologi hacking militer. Selanjutnya, risiko penyebaran alat ini ke tangan kriminal bisa memicu serangan siber lebih besar dan ketegangan geopolitik.