
Courtesy of InterestingEngineering
Inovasi Rice University Ubah Limbah Berbahaya Jadi Sumber Lithium Baterai
Mengubah limbah berbahaya PFAS menjadi sumber fluor yang dapat digunakan untuk mengekstraksi lithium dari brine secara cepat dan ramah lingkungan, sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan dari PFAS dan memenuhi kebutuhan lithium untuk baterai.
10 Mar 2026, 17.47 WIB
156 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Metode baru ini mengubah limbah PFAS menjadi sumber daya berharga untuk ekstraksi lithium.
- Proses ekstraksi lithium lebih cepat dan ramah lingkungan dibandingkan metode tradisional.
- Penelitian ini menunjukkan potensi untuk menghancurkan bahan kimia berbahaya sambil memenuhi kebutuhan lithium untuk baterai.
Houston, Amerika Serikat - Tim peneliti Rice University menemukan metode baru untuk mengekstraksi lithium dari brine menggunakan limbah PFAS sebagai sumber fluor. Metode ini menggunakan Flash Joule Heating untuk memecah ikatan karbon-fluorin dan membebaskan fluor sehingga membentuk lithium fluorida.
Limbah karbon aktif yang penuh PFAS dicampur dengan brine garam tinggi dan kemudian dipanaskan hingga suhu di atas 1.000°C dengan cepat, memecahkan ikatan kimia dan membebaskan fluorium untuk bergabung dengan lithium. Selanjutnya, lithium fluorida dipisahkan dari kotoran lain dengan flash distillation pada suhu tinggi dan menghasilkan lithium fluoride dengan kemurnian tinggi dan recovery rate 82%.
Pendekatan ini tidak hanya mengurangi limbah berbahaya PFAS yang sulit terurai tetapi juga menyediakan lithium berkualitas untuk baterai dengan proses yang cepat dan lebih ramah lingkungan dibandingkan metode ekstraksi konvensional. Produk lithium fluoride yang dihasilkan juga berhasil meningkatkan performa baterai lithium-ion dalam pengujian.
Referensi:
[1] https://www.interestingengineering.com/science/scientists-use-toxic-forever-chemicals-to-extract-99-pure-battery-grade-lithium
[1] https://www.interestingengineering.com/science/scientists-use-toxic-forever-chemicals-to-extract-99-pure-battery-grade-lithium
Analisis Ahli
James Tour
"Pendekatan Flash Joule Heating kami menawarkan solusi cepat dan efisien dalam mendaur ulang limbah berbahaya dan menghasilkan lithium berkualitas tinggi."
Yi Cheng
"Memanfaatkan fluor yang terkunci dalam PFAS sebagai anion untuk membentuk lithium fluoride membuka peluang baru dalam industri daur ulang dan sumber daya baterai."
Analisis Kami
"Pendekatan menggunakan limbah berbahaya PFAS sebagai sumber fluor untuk mengekstraksi lithium merupakan inovasi revolusioner yang mengatasi dua permasalahan lingkungan sekaligus. Jika metode ini dapat diproduksi secara massal, ini bisa menjadi solusi berkelanjutan bagi krisis bahan baku baterai sekaligus pengurangan polusi kimia berbahaya."
Prediksi Kami
Metode ini kemungkinan akan menginspirasi teknologi ekstraksi lithium yang lebih berkelanjutan dan pengelolaan limbah PFAS yang lebih efektif di masa depan, mengurangi ketergantungan pada metode ekstraksi lithium konvensional dan mengurangi pencemaran lingkungan.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa itu PFAS dan mengapa dianggap berbahaya?A
PFAS adalah senyawa kimia yang sulit terurai dan dapat mencemari tanah dan air, sehingga dianggap berbahaya bagi lingkungan.Q
Bagaimana metode baru yang ditemukan tim Rice University bekerja?A
Metode baru ini menggunakan karbon aktif bekas yang terkontaminasi PFAS untuk mengekstrak lithium dari brine dengan cara melepaskan fluor menggunakan Flash Joule Heating.Q
Apa keuntungan dari ekstraksi lithium menggunakan metode ini dibandingkan metode konvensional?A
Keuntungan dari metode ini adalah lebih cepat, menggunakan lebih sedikit air, dan lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan metode penambangan konvensional.Q
Apa yang dilakukan tim peneliti untuk mengeluarkan fluor dari PFAS?A
Tim peneliti memanaskan campuran karbon aktif dan brine untuk melepaskan fluor yang terikat dalam PFAS sehingga dapat bergabung dengan lithium.Q
Apa hasil akhir dari penelitian ini terkait dengan penggunaan lithium dalam baterai?A
Hasil akhir penelitian menunjukkan bahwa lithium fluoride yang diperoleh dapat digunakan dalam elektrolit baterai lithium-ion dengan peningkatan stabilitas dan kinerja.




