Metode Baru Efisien dan Ramah Lingkungan untuk Mendaur Ulang Lithium dari Baterai Bekas
Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
27 Nov 2025
183 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Metode baru yang dikembangkan untuk memulihkan lithium dari limbah baterai menggunakan proses elektrokimia sangat menjanjikan.
Terdapat potensi untuk mengurangi biaya pemulihan lithium dan meningkatkan keberlanjutan rantai pasokan.
Penelitian ini menunjukkan pentingnya mencari sumber alternatif lithium untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat.
Penelitian terbaru di Amerika Serikat berhasil mengembangkan metode pemulihan lithium dari limbah baterai menggunakan proses elektro-kimia yang inovatif. Lithium merupakan unsur penting dalam baterai isi ulang, namun pasokannya rentan terganggu sehingga solusi daur ulang menjadi sangat penting.
Metode ini melibatkan pelarutan logam dari baterai bekas ke dalam pelarut organik, kemudian menggunakan elektroda berlapis kopolimer khusus yang mampu memilih lithium dari campuran logam lainnya. Elektroda ini bekerja seperti spons yang menyerap ion lithium secara selektif.
Setelah elektroda terisi lithium, elektroda tersebut dipindahkan ke larutan baru dan diberi tegangan listrik untuk melepaskan lithium, sehingga lithium murni dapat dikumpulkan. Proses ini memungkinkan kopolimer digunakan berulang kali tanpa perlu bahan kimia berbahaya untuk regenerasi.
Kopolimer yang digunakan terbuat dari bahan khusus yang menggabungkan kemampuan selektif mengikat lithium dan respons redoks, sehingga penyerapan lithium dapat meningkat dua kali lipat dan proses regenerasi efektif. Analisis ekonomi menunjukkan biaya produksi lithium lewat metode ini cukup kompetitif dengan harga pasar lithium saat ini.
Penemuan ini sangat potensial untuk diterapkan secara industri di masa depan karena bisa membantu menciptakan sistem daur ulang lithium yang lebih berkelanjutan, meningkatkan keamanan pasokan, sekaligus mengurangi dampak lingkungan dari ekstraksi lithium konvensional.
Analisis Ahli
Xiao Su
Penggunaan kopolimer redoks sebagai elektrosorben memungkinkan penyerapan lithium secara selektif dan regenerasi elektro-kimia, yang berpotensi menggeser paradigma daur ulang logam kritis dari limbah baterai.

