Membran Baru dari Rice University Mempercepat dan Ramah Lingkungan Ekstraksi Lithium
Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
03 Okt 2025
242 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Teknologi membran baru dapat meningkatkan efisiensi ekstraksi lithium.
Metode ini lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan teknik ekstraksi tradisional.
Membran ini juga dapat digunakan untuk pemulihan mineral lain seperti kobalt dan nikel.
Sebagian besar lithium dunia diperoleh dari air garam menggunakan kolam evaporasi besar yang memakan waktu lama dan merusak lingkungan. Proses tersebut menggunakan banyak air dan bahan kimia serta berkontribusi pada limbah berbahaya, terutama di daerah yang sudah kekurangan air.
Tim peneliti dari Rice University mengembangkan membran inovatif yang dapat menyaring ion lithium saja dari air garam menggunakan metode elektrodialisis. Teknologi ini lebih efisien dan ramah lingkungan dibandingkan teknik ekstraksi konvensional.
Membran baru dibuat dengan nanopartikel lithium titanium oxide (LTO) yang digabungkan ke dalam lapisan poliamida sehingga menciptakan kulit membran tanpa cacat yang sangat selektif untuk ion lithium. Membran ini juga dapat dikembangkan untuk ekstraksi mineral lain seperti kobalt dan nikel.
Pengujian membran selama dua minggu menunjukkan bahwa membran tetap kuat dan bekerja dengan baik tanpa penurunan performa. Selain itu, membran ini dapat diproduksi secara massal dan mudah diintegrasikan dengan sistem industri saat ini.
Penemuan ini dapat merevolusi industri ekstraksi mineral dengan mengurangi dampak lingkungan dan mempercepat proses produksi lithium yang vital untuk baterai isi ulang di berbagai perangkat modern.
Analisis Ahli
Qilin Li
Teknologi ini menyatukan pengalaman selama lebih dari satu dekade dalam nanoteknologi untuk menciptakan membran yang tidak hanya selektif tapi juga tahan lama dan scalable.Jun Lou
Membran ini memiliki potensi produksi masal yang tinggi, yang membuatnya cocok untuk implementasi industri di masa depan.

