Bahaya Besar Bocornya Alat Hacking Pemerintah untuk iPhone Versi Lama
Courtesy of TechCrunch

Bahaya Besar Bocornya Alat Hacking Pemerintah untuk iPhone Versi Lama

Menyampaikan bahaya bocornya alat hacking pemerintah yang kini digunakan pelaku kejahatan siber, serta meningkatkan kesadaran akan risiko keamanan iPhone versi lama terhadap serangan berbahaya.

04 Mar 2026, 06.27 WIB
55 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Alat peretasan Coruna menunjukkan risiko besar bagi pengguna iPhone yang menjalankan perangkat lunak lama.
  • Ada pasar yang berkembang untuk eksploitasi 'secondhand' yang dapat disalahgunakan oleh penjahat siber.
  • Kebocoran alat peretasan yang awalnya dirancang untuk penggunaan pemerintah dapat menyebabkan kerugian besar di tangan aktor non-negara.
global - Google mengungkap exploit kit Coruna yang awalnya digunakan dalam operasi mata-mata pada Februari 2025 dan kemudian ditemukan dipakai dalam serangan siber global. Kit ini mampu mengeksploitasi iPhone versi iOS 13 hingga 17.2.1 melalui serangan website berbahaya dengan menggabungkan 23 kerentanan. Hal ini menunjukkan bagaimana teknologi hacking pemerintah dapat bocor dan dipakai secara luas oleh aktor jahat.
Coruna telah menjadi alat dalam kampanye spionase Rusia terhadap Ukraina dan digunakan peretas finansial di China, membuktikan kompleksitas dan daya rusak alat ini. iVerify menghubungkan Coruna dengan alat hacking pemerintah AS berdasarkan kesamaan teknis dan sejarah kasus serupa seperti EternalBlue. Insiden lainnya termasuk pencurian exploit oleh mantan petinggi L3Harris Trenchant yang menjualnya ke broker Rusia.
Kebocoran exploit pemerintah membuka peluang pasar gelap bagi eksploit dan alat hacking yang sebelumnya hanya digunakan oleh negara. Hal ini menimbulkan risiko besar bagi keamanan digital di seluruh dunia, terutama bagi pengguna iPhone yang rentan. Mendorong pembaruan perangkat lunak dan meningkatkan kesadaran keamanan menjadi langkah penting untuk mengurangi dampak negatif dari situasi ini.
Referensi:
[1] https://techcrunch.com/2026/03/03/a-suite-of-government-hacking-tools-targeting-iphones-is-now-being-used-by-cybercriminals/

Analisis Ahli

Bruce Schneier
"Kebocoran exploit kit seperti Coruna menyoroti betapa rapuhnya rantai keamanan ketika alat yang sangat canggih jatuh ke tangan yang salah, memperbesar risiko bagi semua pengguna informasi digital."
Eva Galperin
"Penting untuk mengedukasi pengguna tentang bahayanya perangkat yang tidak diperbarui dan menekan perusahaan teknologi untuk menambal celah keamanan lebih cepat, mengingat eksploit ini dapat digunakan dalam serangan tanpa interaksi langsung pengguna."

Analisis Kami

"Kebocoran alat hacking pemerintah menjadi bukti nyata bahwa teknologi ofensif yang dirancang untuk intelijen bisa dengan cepat berubah menjadi ancaman global. Perangkat iPhone yang belum diperbarui menjadi target utama, memaksa pengguna dan perusahaan untuk lebih proaktif dalam keamanan siber dan pembaruan perangkat lunak."

Prediksi Kami

Pasar gelap untuk alat hacking pemerintah akan semakin berkembang, mengakibatkan serangan siber dengan metode canggih yang lebih sering terjadi pada perangkat mobile dan perangkat lunak yang rentan.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa itu alat peretasan Coruna?
A
Alat peretasan Coruna adalah satu set alat yang dapat digunakan untuk meretas iPhone dengan mengeksploitasi kerentanan perangkat lunak.
Q
Bagaimana alat peretasan ini dapat membahayakan pengguna iPhone?
A
Alat ini dapat membahayakan pengguna iPhone dengan memungkinkan peretas mengakses perangkat hanya dengan mengunjungi situs web berbahaya.
Q
Siapa yang pertama kali mengidentifikasi alat peretasan ini?
A
Google adalah yang pertama kali mengidentifikasi alat peretasan ini pada Februari 2025.
Q
Apa hubungan antara alat peretasan ini dan pemerintah AS?
A
Ada indikasi bahwa alat peretasan ini terkait dengan pemerintah AS berdasarkan kesamaan dengan alat yang pernah digunakan oleh mereka.
Q
Apa yang terjadi dengan Peter Williams berkaitan dengan eksploitasi perangkat?
A
Peter Williams dihukum lebih dari tujuh tahun penjara setelah mengaku bersalah karena mencuri dan menjual delapan eksploitasi perangkat kepada pihak yang diketahui bekerja sama dengan pemerintah Rusia.