Serangan AS Terhadap Situs Nuklir Iran Hambat Program Senjata Nuklir
Sains
Fisika dan Kimia
23 Jun 2025
215 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Serangan AS dan Israel terhadap fasilitas nuklir Iran bertujuan untuk menghentikan pengembangan senjata nuklir.
IAEA melaporkan kerusakan signifikan di situs Fordow setelah serangan.
Meskipun serangan ini memperlambat program nuklir, Iran masih memiliki cara untuk memindahkan persediaan uranium yang diperkaya.
Pada tanggal 22 Juni, Amerika Serikat melancarkan serangan udara terhadap fasilitas nuklir Iran, termasuk situs Fordow dan Natanz, dengan tujuan menghentikan kemampuan Iran memproduksi senjata nuklir.
Meskipun Iran menegaskan program nuklirnya damai, para ahli menduga Iran hampir mencapai kemampuan membuat senjata nuklir jika ingin.
Serangan ini mengikuti serangkaian serangan oleh Israel pada fasilitas nuklir Iran dan menggunakan bom bunker-buster serta rudal jelajah dari pesawat stealth.
Laporan dari Badan Energi Atom Internasional menunjukkan kerusakan besar di situs bawah tanah Fordow, meskipun belum ada kebocoran bahan radioaktif yang terdeteksi.
Para ahli seperti David Albright menilai bahwa serangan ini memperlambat program nuklir Iran secara signifikan tapi bukan akhir dari kemampuan Iran, mengingat kemungkinan pemindahan bahan nuklir sebelum serangan.


