Telkom: AI Bukan Ancaman, Tapi Peluang Kerja Baru dan Perubahan Kompetensi
Teknologi
Kecerdasan Buatan
02 Mar 2026
188 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Disrupsi AI dapat menciptakan lebih banyak peluang kerja baru daripada yang hilang.
Adaptasi dan penguasaan teknologi AI sangat penting untuk tetap relevan di pasar kerja.
Pekerjaan yang bersifat repetitif lebih rentan untuk digantikan oleh otomatisasi dan AI.
PT Telkom Indonesia menegaskan bahwa kekhawatiran AI menggantikan manusia perlu dipahami dengan lebih komprehensif. AI justru akan menciptakan lebih banyak pekerjaan baru dibandingkan yang hilang, dan yang terjadi sebenarnya adalah pergeseran kompetensi tenaga kerja.
Komang Budi Aryasa menyatakan bahwa yang paling rentan terdampak adalah mereka yang tidak mau beradaptasi dan tidak menguasai teknologi AI. Telkom mendorong masyarakat untuk aktif belajar dan memanfaatkan alat AI agar tetap relevan di dunia kerja.
Pekerjaan repetitif memang berpotensi digantikan oleh AI, namun hal tersebut membuka peluang bagi pekerja untuk naik kelas ke peran lebih strategis dan bernilai tambah. Mereka yang mampu menguasai AI adalah yang akan unggul ke depannya, bukan AI sendiri yang menggantikan manusia.
Analisis Ahli
Andrew Ng
AI adalah alat pemberdayaan manusia, bukan pengganti mutlak. Kunci sukses adalah pembelajaran berkelanjutan dan adaptasi teknologi secara tepat guna.Fei-Fei Li
Integrasi AI dalam pekerjaan harus berjalan beriringan dengan peningkatan keterampilan manusia sehingga terjadi sinergi dan bukan kompetisi yang merugikan.

