Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Bahaya Serangan Siber Berbasis AI: Ancaman Firewall dan Sistem Cadangan Global

Teknologi
Keamanan Siber
News Publisher
02 Mar 2026
207 dibaca
1 menit
Bahaya Serangan Siber Berbasis AI: Ancaman Firewall dan Sistem Cadangan Global

TLDR

Serangan siber menggunakan AI generatif menjadi lebih terstruktur dan efektif.
Firewall dan infrastruktur cadangan menjadi target utama peretas.
Perusahaan harus meningkatkan keamanan untuk melindungi data dan sistem mereka.
Serangan siber menggunakan AI generatif telah berhasil membobol lebih dari 600 firewall FortiGate di 55 negara, termasuk potensi ancaman di Indonesia. Pelaku serangan adalah peretas berbahasa Rusia yang memanfaatkan kredensial lemah dan antarmuka manajemen yang terbuka tanpa otentikasi multi-faktor.Pelaku menggunakan AI untuk menganalisis data yang dicuri serta menyusun strategi penetrasi lanjutan. Target serangan tidak hanya firewall tetapi juga server cadangan menggunakan Veeam Backup & Replication yang dapat melemahkan kemampuan pemulihan saat serangan lanjutan seperti ransomware terjadi.Penggunaan AI generatif dalam serangan ini memperbesar efektivitas dan skala intrusi, menimbulkan kebutuhan mendesak bagi organisasi di seluruh dunia untuk meningkatkan keamanan siber. Laporan oleh Google mendukung pernyataan ini dengan menunjukkan penyalahgunaan AI Gemini dalam berbagai tahap serangan siber.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.