Jack Dorsey: AI Mengubah Dunia Kerja, Ribuan Pekerjaan Terancam Hilang
Teknologi
Kecerdasan Buatan
01 Mar 2026
253 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Kecerdasan buatan telah mengubah cara perusahaan beroperasi dan mempengaruhi jumlah pekerja yang dibutuhkan.
Block Inc. merencanakan pemangkasan besar-besaran tenaga kerja sebagai bagian dari adopsi AI.
Prediksi tentang peningkatan pengangguran di tahun 2028 menunjukkan dampak jangka panjang dari adopsi teknologi baru.
Pendiri Twitter dan CEO Block Inc. Jack Dorsey mengungkapkan bahwa AI telah secara fundamental mengubah cara perusahaan dijalankan, dengan tim kecil mampu melakukan lebih banyak pekerjaan secara lebih efisien. Pernyataan ini disampaikan bersamaan dengan rencana Block memangkas 4.000 pekerjaan akibat integrasi AI.
Saham Block Inc. melonjak tajam setelah pengumuman tersebut, menandakan pasar mulai menghargai perusahaan yang menjadikan AI sebagai kunci perubahan operasional. Dorsey memperingatkan bahwa banyak perusahaan lain terlambat menyadari dampak AI dan akan menghadapi konsekuensi besar dalam waktu dekat.
Laporan dari Citrini Research memproyeksikan kenaikan pengangguran hingga 10,2% pada 2028 akibat perpindahan tenaga kerja di sektor perangkat lunak, logistik, dan pengiriman. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran pasar dan mendorong perdebatan tentang dampak sosial dan ekonomi AI di masa depan.
Analisis Ahli
Brian Jacobsen
"AI adalah kambing hitam baru" yang mencerminkan kekhawatiran pasar atas potensi pengurangan lapangan kerja akibat otomatisasi dan penggantian peran manusia dengan mesin pintar.

