Malaysia Jadi Raja Pusat Data Dunia, Tapi Hadapi Tekanan Perang Dagang AS-China
Courtesy of CNBCIndonesia

Malaysia Jadi Raja Pusat Data Dunia, Tapi Hadapi Tekanan Perang Dagang AS-China

Mengulas perkembangan pesat industri pusat data di Malaysia serta tantangan yang dihadapi terkait regulasi chip AI dan dampak geopolitik yang dapat memengaruhi posisi Malaysia di pasar global.

28 Feb 2026, 20.15 WIB
300 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Malaysia menjadi lokasi menarik untuk investasi pusat data, namun menghadapi tantangan geopolitik.
  • Perang dagang antara AS dan China berpengaruh pada kebijakan perdagangan Malaysia.
  • Investasi dari perusahaan besar teknologi dapat mendorong pertumbuhan industri pusat data di Johor.
Johor, Malaysia - Malaysia berkembang pesat sebagai pusat data dunia dengan banyak investasi dari perusahaan teknologi global dan China. Negara ini telah membangun pusat data besar dengan kapasitas total mencapai ratusan mW dan berencana menambah kapasitas signifikan hingga 2025. Industri pusat data menjadi salah satu fokus investasi utama Malaysia saat ini.
Malaysia menawarkan berbagai fasilitas menarik seperti harga listrik dan tanah murah untuk menarik perusahaan besar seperti Microsoft, Amazon, Tencent, dan Alibaba. Johor menjadi pusat aktivitas dengan 12 pusat data dan proyek bernilai miliaran ringgit yang siap berjalan. Hal ini menunjukkan ambisi Malaysia untuk menjadi pusat teknologi regional yang kuat.
Namun, ketegangan perang dagang antara AS dan China memaksa Malaysia menerapkan izin ketat untuk aktivitas chip AI dari AS, termasuk produk Nvidia. Regulasi ini menjadi tantangan besar karena Malaysia harus menyeimbangkan tekanan dari AS dengan hubungan bisnis pentingnya dengan China. Situasi ini akan menentukan arah investasi dan stabilitas industri pusat data Malaysia ke depan.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260228165016-37-714768/kala-malaysia-keteteran-ri-bisa-kebanjiran-duit

Analisis Ahli

Dr. Rizal Abdullah, Pengamat Teknologi dan Ekonomi Asia Tenggara
"Malaysia harus menemukan jalan tengah untuk tidak kehilangan investasi besar dari China sambil tetap memenuhi persyaratan dari AS guna menjaga pertumbuhan industri pusat datanya."
Prof. Siti Mariam, Pakar Kebijakan Industri Digital
"Regulasi ketat dari AS dapat menjadi penghambat perkembangan teknologi AI di Malaysia, tetapi juga memaksa adopsi standar keamanan yang lebih tinggi di sektor pusat data."

Analisis Kami

"Malaysia sedang berada di titik kritis antara mempertahankan hubungan dagang strategis dengan China dan memenuhi tekanan regulasi dari AS, yang merupakan mitra teknologi penting bagi pusat data mereka. Jika tidak ada solusi yang seimbang, investasi asing mungkin mengalihkan fokusnya ke kawasan lain yang menawarkan kepastian regulasi lebih baik."

Prediksi Kami

Malaysia kemungkinan akan terus memperketat regulasi ekspor dan penggunaan chip AI dari AS, yang dapat memicu pergeseran strategi investasi perusahaan teknologi dan mempengaruhi stabilitas ekonomi pusat data di negara tersebut.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang menjadi tantangan utama bagi Malaysia dalam menarik investasi pusat data?
A
Tantangan utama bagi Malaysia adalah tekanan dari AS untuk melarang China mengakses chip AI dari AS.
Q
Siapa saja perusahaan teknologi besar yang berinvestasi di Malaysia?
A
Perusahaan teknologi besar yang berinvestasi di Malaysia antara lain Microsoft, Amazon, Alphabet, Tencent, Huawei, dan Alibaba.
Q
Berapa banyak pusat data yang direncanakan di Malaysia hingga Desember 2024?
A
Jumlah pusat data yang direncanakan di Malaysia mencapai 12 pusat data dengan total kapasitas 369,9 mW hingga Desember 2024.
Q
Apa dampak dari perang dagang antara AS dan China terhadap Malaysia?
A
Dampak dari perang dagang antara AS dan China membuat Malaysia harus mempertimbangkan hubungan dagangnya dengan China, yang merupakan mitra dagang terbesar.
Q
Apa yang dilakukan Malaysia terkait izin aktivitas chip AI?
A
Malaysia mengumumkan aturan yang mewajibkan izin untuk aktivitas chip AI, termasuk ekspor dan pengiriman ulang chip berkinerja tinggi.