Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Thailand dan Malaysia Berlomba Menjadi Pusat Investasi Data Terbesar Asia Tenggara

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
investment-and-capital-markets (5mo ago) investment-and-capital-markets (5mo ago)
11 Nov 2025
245 dibaca
2 menit
Thailand dan Malaysia Berlomba Menjadi Pusat Investasi Data Terbesar Asia Tenggara

Rangkuman 15 Detik

Thailand menarik perhatian investasi pusat data dengan proyek besar.
Malaysia menjadi lokasi favorit bagi perusahaan teknologi global untuk pusat data.
BOI Thailand berkomitmen untuk mempercepat proses investasi dan meningkatkan kepercayaan investor.
Thailand saat ini menjadi fokus investasi pusat data di Asia Tenggara dengan persetujuan empat proyek besar senilai sekitar US$ 3,1 miliar. Salah satu proyek utama adalah pembangunan pusat data berkapasitas 84 megawatt yang dilakukan oleh DAMAC Digital dari Dubai. Investasi ini menunjukkan ambisi Thailand untuk memperkuat posisi mereka dalam industri teknologi global. Selain proyek DAMAC Digital, ada juga proyek hyperscale data centre dengan beban TI sebesar 200 megawatt dari investor lokal Thailand dengan nilai investasi mencapai 54,9 miliar baht. Thailand pun memperkenalkan inisiatif baru dengan memberikan enam lisensi untuk memangkas hambatan terkait listrik, lahan industri, serta izin kerja agar proyek yang sempat tertunda bisa berjalan lebih cepat. Menurut Kepala BOI, Narit Therdsteerasukdi, langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan investor, memperbanyak lapangan kerja, dan mendukung perkembangan ekonomi yang lebih luas. Dengan mempercepat perizinan dan dukungan pemerintah, Thailand berharap bisa menarik lebih banyak investor pusat data ke negaranya. Sementara itu, Malaysia juga terus menjadi magnet investasi pusat data di kawasan Asia Tenggara. Negara ini menjadi pilihan besar bagi perusahaan teknologi global seperti Microsoft, Amazon, Google (Alphabet), Tencent, Huawei, dan Alibaba. Faktor utama yang menarik investor ke Malaysia adalah harga tanah dan listrik yang lebih murah serta permintaan AI yang tumbuh di pasar lokal. Hingga Desember 2024, Malaysia tercatat memiliki 12 pusat data utama yang beroperasi di Johor, dengan total kapasitas mencapai 369,9 megawatt. Persaingan antara Thailand dan Malaysia mencerminkan dinamika pertumbuhan industri teknologi pusat data di kawasan, yang menjanjikan banyak peluang bagi perkembangan teknologi dan ekonomi di masa depan.

Analisis Ahli

Narit Therdsteerasukdi
Langkah akselerasi proyek dan kemudahan perizinan akan meningkatkan kepercayaan investor dan memperkuat ekonomi Thailand secara signifikan.