AI summary
Keterlambatan dalam pengeluaran anggaran dapat mempengaruhi penelitian ilmiah di AS. OMB telah mengubah aturan pengeluaran anggaran yang berdampak pada lembaga penelitian. Politik dapat berdampak signifikan pada pendanaan riset dan program-program ilmiah. Kongres Amerika Serikat telah menolak potongan besar-besaran anggaran riset yang diajukan oleh pemerintahan Presiden Donald Trump untuk tahun anggaran 2026. Namun, dana riset yang disetujui hingga kini belum sepenuhnya dapat digunakan oleh berbagai lembaga riset utama seperti NIH dan NSF karena keterlambatan otorisasi dana dari Kantor Manajemen dan Anggaran (OMB).Biasanya, setelah anggaran tahunan disahkan, lembaga riset secara otomatis boleh mengakses sebagian dananya untuk biaya penting seperti gaji staf. Tahun ini, aturan itu diubah sehingga dana hanya boleh digunakan untuk hal-hal esensial saja, menyebabkan perlambatan dalam pemberian hibah dan proyek riset baru.National Institutes of Health (NIH), yang merupakan pemberi dana riset biomedis terbesar di dunia, baru mendapatkan sekitar sepertiga dari jumlah anggaran sebesar 47 miliar dolar Amerika Serikat. Akibatnya, jumlah hibah riset yang diberikan menurun drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.National Science Foundation (NSF) mendapatkan otorisasi penuh atas dananya pada akhir Februari 2026, beberapa minggu setelah anggaran disetujui. Sebelumnya, mereka hanya bisa menggunakan dana untuk membayar gaji dan operasional fasilitas penting seperti stasiun penelitian di Antartika.NASA mendapatkan dana penuh, namun harus membatasi penggunaan dana untuk sepuluh program riset tertentu, termasuk misi eksplorasi ke Venus dan studi asteroid yang mengancam Bumi. Hal ini merupakan langkah tidak biasa yang mengindikasikan kendali ketat dari OMB atas alokasi dana riset.
Keterlambatan yang terjadi adalah sebuah kemunduran besar dalam pendanaan riset yang sangat bergantung pada sinkronisasi antara Kongres dan eksekutif. Kontrol berlebihan oleh OMB tampaknya lebih didasarkan pada politik daripada efisiensi, yang justru menghambat perkembangan ilmu pengetahuan yang sangat penting bagi kemajuan negara.