Bahaya Penggunaan Bukti Video Tanpa Ahli Forensik di Era AI
Courtesy of Forbes

Bahaya Penggunaan Bukti Video Tanpa Ahli Forensik di Era AI

Mengungkap pentingnya penggunaan ahli forensik video yang berkualifikasi dan standar yang ketat dalam analisis bukti video di pengadilan agar tidak terjadi kesalahan hukum dan agar sistem peradilan mampu menghadapi tantangan baru dari teknologi AI generatif yang dapat memanipulasi video.

27 Feb 2026, 05.23 WIB
252 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Kasus Gerald Benn menyoroti pentingnya analisis bukti video yang dilakukan oleh ahli yang berkualitas.
  • Ada kekurangan standar dan metodologi dalam analisis bukti video di pengadilan yang perlu diperbaiki.
  • Penggunaan AI dalam pengembangan bukti video menambah kompleksitas dan risiko kesalahan dalam proses hukum.
Alberta , Kanada - Seorang pria bernama Gerald Benn dipenjara lebih dari lima tahun atas tuduhan pembunuhan ganda yang sebenarnya tidak dilakukannya. Kesalahan ini terjadi karena hakim di tingkat pengadilan melihat rekaman video pengawasan yang kabur dan memutuskan bahwa sosok di video itu adalah pelaku tanpa menggunakan metode forensik video yang benar. Tidak ada ahli forensik video yang dilibatkan atau metodologi ilmiah yang dipakai untuk membantu menilai rekaman tersebut.
Pengadilan banding Alberta kemudian membatalkan vonis hukuman terhadap Benn setelah menemukan 'cacat serius' pada cara hakim sebelumnya menilai rekaman CCTV. Kasus ini menunjukkan betapa pentingnya keahlian profesional dan standar yang ketat dalam menilai bukti video yang sering dipakai dalam sistem hukum saat ini. Namun, sayangnya, di banyak negara termasuk Amerika Serikat, belum ada standar federal yang wajib bagi evaluasi bukti video.
Dalam era digital sekarang, lebih dari 80 persen kasus hukum di AS menggunakan bukti video, namun belum diatur secara jelas bagaimana bukti tersebut harus dianalisis secara ilmiah. Bahkan standar dari lembaga seperti NIST masih berupa usulan dan belum menjadi kewajiban. Kondisi ini berbahaya karena kemampuan teknologi AI untuk membuat atau memanipulasi rekaman video semakin maju, sehingga video yang tampak nyata bisa saja palsu.
Penelitian menunjukkan bahwa memberi konteks yang sudah memihak dapat membuat ahli forensik video menggambar kesimpulan yang salah, dan ini memperkuat pentingnya proses yang tepat dalam analisis video, termasuk urutan kerja yang benar agar tidak terpengaruh bias. Kasus Benn dan beberapa kasus lain memperlihatkan bahwa banyak kesalahan dalam penilaian bukti video berasal dari kurangnya metode ilmiah dan supervisi yang memadai.
Untuk menghindari kesalahan fatal di masa depan, pengacara harus selalu melibatkan ahli forensik video yang berkualitas dalam kasus yang melibatkan bukti digital, dan institusi hukum harus menetapkan standar yang wajib diikuti. Di tengah kemajuan teknologi AI, hanya dengan metode yang benar dan profesionallah keadilan bisa ditegakkan, tidak cukup hanya mengandalkan pengamatan biasa.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/larsdaniel/2026/02/26/courts-were-already-getting-video-evidence-wrong-ai-will-make-that-look-like-a-warm-up/

Analisis Ahli

Dr. Hany Farid (Pakaryawan Forensik Digital dan Pakar Manipulasi Media)
"Tanpa standar metodologis dan pengetahuan teknis, evaluasi video sangat rentan terhadap bias konfirmasi dan kesalahan interpretasi, yang berpotensi menghancurkan keadilan dalam sistem peradilan."

Analisis Kami

"Kasus ini menjadi peringatan keras bahwa penggunaan pengamatan subjektif pada rekaman video di pengadilan sangat berbahaya dan dapat menyebabkan ketidakadilan. Saat teknologi berkembang pesat, sistem hukum harus segera menerapkan standar ilmiah serta keharusan menggunakan ahli forensik video profesional agar proses peradilan lebih adil dan akurat."

Prediksi Kami

Di masa depan, tanpa standar wajib serta regulasi yang ketat dan pelatihan ahli forensik video, semakin banyak kasus hukum yang terancam salah putus akibat manipulasi atau interpretasi keliru bukti video, terutama dengan munculnya teknologi AI generatif yang semakin canggih.

Pertanyaan Terkait

Q
Siapa Gerald Benn?
A
Gerald Benn adalah seorang pria yang dikenakan tuduhan pembunuhan ganda dan di penjara selama lebih dari lima tahun.
Q
Apa yang terjadi dalam kasus Gerald Benn?
A
Kasus Gerald Benn berakhir dengan pembatalan vonis oleh Mahkamah Banding Alberta karena kesalahan dalam analisis bukti video.
Q
Mengapa analisis bukti video dalam kasus Benn dianggap cacat?
A
Analisis bukti video dianggap cacat karena hakim melakukan evaluasi tanpa metodologi forensik yang memadai.
Q
Apa yang ditemukan oleh University of Colorado Boulder tentang bukti video?
A
University of Colorado Boulder menemukan bahwa lebih dari 80 persen kasus di AS melibatkan bukti video tanpa standar federal yang mengatur analisisnya.
Q
Mengapa penting untuk menggunakan ahli forensik video yang berkualitas?
A
Penting untuk menggunakan ahli forensik video yang berkualitas untuk menghindari kesalahan dalam penilaian bukti video.