TLDR
Sistem biohybrid baru dapat secara signifikan meningkatkan efisiensi dalam penghapusan uranium dari air. Teknologi ini menawarkan pendekatan berkelanjutan untuk remediasi pencemaran air. Penggunaan nanopartikel dalam sistem ini membantu menciptakan siklus regeneratif yang terus menerus. Uranium adalah logam berat radioaktif yang berbahaya, sering menjadi masalah serius setelah proses penambangan. Membersihkan air yang terkontaminasi uranium memerlukan metode khusus karena bukan hanya beracun tetapi juga menimbulkan risiko radiasi yang tinggi bagi lingkungan dan manusia.Sejumlah metode kimia sudah digunakan untuk pembersihan, tapi sifatnya mahal dan berpotensi mencemari lingkungan lebih jauh. Alternatif biologis menggunakan mikroorganisme sudah ada, namun prosesnya lambat karena mikroba sulit mengalirkan elektron yang diperlukan untuk mereduksi uranium.Para peneliti di Southwest University of Science and Technology di China menciptakan sistem biohibrid dengan menggabungkan bakteri Shewanella putrefaciens dan nanopartikel ferrous sulfide. Nanopartikel ini tumbuh langsung di permukaan bakteri dan mampu memanen energi cahaya seperti sel surya mini.Energi cahaya tersebut dipakai untuk mempercepat aliran elektron yang pada akhirnya mengubah uranium terlarut menjadi bentuk padat yang tidak bergerak dan aman bagi lingkungan. Sistem ini mampu meregenerasi mineral aktif secara otomatis sehingga bisa bekerja berulang kali tanpa perlu tambahan bahan baru.Hasilnya sangat menjanjikan, dengan tingkat pembersihan uranium mencapai 94% pada air limbah tambang sebenarnya, jauh lebih baik daripada metode mikroba tradisional yang hanya 48%. Selain itu, air yang sudah diproses juga tidak beracun bagi pertumbuhan tanaman, menunjukkan solusi yang lebih ramah ekosistem.