Wassenaar Arrangement Dorong China Jadi Mandiri dan Ungguli Teknologi Militer Barat
Courtesy of SCMP

Wassenaar Arrangement Dorong China Jadi Mandiri dan Ungguli Teknologi Militer Barat

Menjelaskan bagaimana kendali rezim internasional seperti Wassenaar Arrangement memicu China untuk mengembangkan teknologi pertahanan mandiri yang kini sudah menyaingi atau melampaui teknologi militer negara Barat.

24 Feb 2026, 08.44 WIB
186 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Wassenaar Arrangement berperan penting dalam kontrol ekspor teknologi pertahanan.
  • China telah berhasil mencapai kemajuan signifikan dalam teknologi militer.
  • Tantangan untuk negara-negara Barat meningkat seiring dengan kemajuan teknologi pertahanan China.
Beijing, China - Wassenaar Arrangement adalah sebuah rezim internasional yang mengontrol ekspor senjata dan teknologi canggih untuk menjaga agar negara-negara tertentu tidak mendapat akses senjata mutakhir. Rezim ini memiliki 42 anggota dari negara maju hingga berkembang, termasuk negara-negara yang dekat dengan China seperti Rusia dan India.
China sendiri melihat rezim ini sebagai bentuk isolasi dan perlakuan tidak adil sehingga memotivasi negara tersebut untuk mengembangkan teknologi pertahanan secara mandiri. Tekanan semacam ini menjadi pemicu utama bagi China untuk mengejar kemandirian teknologi nasionalnya.
Kini, setelah 30 tahun berdirinya Wassenaar Arrangement, perkembangan teknologi militer China semakin maju. Contohnya senjata hipersonik dengan mesin udara, laser berdaya tinggi, dan pesawat tempur siluman generasi keenam yang masih dalam tahap uji coba.
Selain itu, China mengembangkan kapal induk drone dengan sistem elektromagnetik, robot humanoid dan anjing robot yang sudah diproduksi dalam skala besar dan menjadi pemimpin dunia dalam segi teknologi tersebut. Mereka juga menjadi produsen utama semikonduktor dan komponen komputasi kuantum yang berperan penting dalam peperangan cyber dan teknologi militer lainnya.
Semua perkembangan ini menunjukkan bahwa China tidak hanya mengejar kemandirian teknologi tetapi juga berpotensi membalikkan dominasi negara-negara Barat dalam hal kekuatan pertahanan dan inovasi teknologi global.
Referensi:
[1] https://www.scmp.com/news/china/science/article/3342608/wassenaar-arrangement-will-china-join-or-kill-30-year-old-weapon-control-club?module=top_story&pgtype=subsection#comments

Analisis Ahli

Elizabeth Economy (Ahli China dan Kebijakan Asia Timur)
"China's push for self-reliance in defense technology is a natural consequence of feeling excluded from global norms, leading to a national strategy that emphasizes technological innovation and military expansion."

Analisis Kami

"Dorongan China untuk mandiri dalam teknologi pertahanan adalah respons strategis yang sangat realistis terhadap isolasi teknologi akibat Wassenaar Arrangement. Ini bukan hanya soal teknologi, tetapi juga soal geopolitik yang menandai pergeseran kekuatan dunia ke arah Timur."

Prediksi Kami

China akan terus mempercepat inovasi dan produksi teknologi militer canggih, memperkuat posisinya sebagai kekuatan militer besar yang dapat mengubah keseimbangan kekuatan global di masa depan.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa itu Wassenaar Arrangement?
A
Wassenaar Arrangement adalah rezim internasional yang mengontrol ekspor senjata dan teknologi canggih, dengan 42 negara anggota.
Q
Mengapa China merasa terasing oleh Wassenaar Arrangement?
A
China merasa terasing oleh Wassenaar Arrangement karena dianggap sebagai upaya untuk membatasi aksesnya terhadap teknologi pertahanan mutakhir.
Q
Apa saja teknologi militer yang telah dikembangkan oleh China?
A
China telah mengembangkan senjata hipersonik, drone, dan teknologi robot yang canggih.
Q
Bagaimana posisi China dalam produksi semikonduktor dan komputasi kuantum?
A
China kini menjadi produsen utama semikonduktor dan komponen komputasi kuantum yang dapat digunakan dalam senjata dan perang siber.
Q
Apa dampak dari upaya mandiri China dalam teknologi pertahanan?
A
Upaya mandiri China dalam teknologi pertahanan membuatnya mampu mengejar dan melampaui beberapa negara Barat dalam hal teknologi militer.