AI summary
Tiongkok menunjukkan kekuatan militernya melalui parade dengan senjata canggih. Kehadiran Vladimir Putin di parade menimbulkan kekhawatiran diplomatik di Eropa. Pengembangan teknologi hipersonik dan drone oleh Tiongkok menandakan pergeseran kekuatan militer di kawasan. Pada 3 September, China menggelar parade militer besar di Beijing yang menghadirkan lebih dari 10.000 personel militer, ratusan kendaraan, dan pesawat tempur. Parade ini bertujuan merayakan tema perdamaian dan keadilan internasional, namun lebih menonjolkan kekuatan teknologi militer terbaru China.Salah satu sorotan parade adalah rangkaian misil anti-kapal YJ yang dirancang untuk menargetkan kapal induk Amerika Serikat. Misil-misil ini memiliki kecepatan hipersonik, kemampuan manuver untuk menghindari pertahanan musuh, dan jangkauan ratusan kilometer sehingga mengubah peta kekuatan di kawasan Pasifik.China juga memperlihatkan kekuatan misil balistik antar benua seperti DF-31AG dan DF-41 yang mampu membawa hulu ledak MIRV dan menjangkau seluruh daratan Amerika Serikat. Sistem peluncur yang mobile menambah tingkat kesulitan pertahanan musuh melalui serangan dadakan.Parade menampilkan juga drone tempur FH-97 yang merupakan drone siluman pertama China yang mampu beroperasi bersama pesawat tempur berawak. Drone ini dilengkapi kecerdasan buatan, berbagai senjata canggih, serta kemampuan pengintaian dan perang elektronik yang modern.Selain misil dan drone, China juga fokus pada senjata elektronik dan energi terarah yang dapat melumpuhkan radar dan komunikasi musuh. Pengembangan teknologi ini menunjukkan tekad Beijing untuk tidak hanya mengejar, tetapi berpotensi melampaui kemampuan militer Barat dalam beberapa bidang.
Parade ini jelas bukan sekadar perayaan, melainkan alat diplomasi militer yang menegaskan kebangkitan kekuatan militer China dengan teknologi mutakhir yang bisa mengubah keseimbangan kekuatan global. Di sisi lain, risiko eskalasi ketegangan regional juga meningkat, khususnya di Laut Cina Selatan dan Selat Taiwan, karena kemampuan ofensif China kini menjadi nyata dan sulit diabaikan.