China Pamer Rudal Nuklir DF-5C Dengan Jangkauan Global di Parade Besar
Finansial
Kebijakan Fiskal
03 Sep 2025
65 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Peluru kendali Dongfeng 5C menunjukkan kemajuan signifikan dalam teknologi militer Tiongkok.
Tiongkok mengedepankan strategi deterrensi dan komitmen untuk tidak menjadi pengguna pertama senjata nuklir.
Parade tersebut menunjukkan kekuatan militer Tiongkok dan pesan kepada dunia tentang kemampuan pertahanan mereka.
China baru-baru ini mengadakan parade militer besar di Beijing untuk memperingati 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II di Asia. Parade ini menjadi ajang bagi China untuk memperlihatkan kemajuan teknologi militernya, terutama rudal nuklir antar benua terbaru mereka, Dongfeng 5C atau DF-5C. Presiden Xi Jinping juga memberikan pidato dan menginspeksi pasukan PLA di acara tersebut.
DF-5C adalah rudal yang memiliki jangkauan lebih dari 20.000 kilometer, artinya mampu menjangkau seluruh dunia. Rudal ini dirancang dengan tiga bagian yang dapat diangkut terpisah sehingga memudahkan peluncuran dan mempercepat waktu persiapan. DF-5C juga dilengkapi dengan teknologi pemandu canggih, termasuk sistem navigasi Beidou buatan China.
Salah satu keunggulan besar DF-5C adalah kemampuan membawa beberapa hulu ledak yang dapat menargetkan beberapa sasaran secara bersamaan. Ini membuat sistem pertahanan musuh lebih sulit mengantisipasi serangan. Rudal ini juga bisa melaju sangat cepat dan memiliki tingkat akurasi yang tinggi, hampir sama dengan rudal jarak menengah dan pendek walau meluncur sangat jauh.
Selain DF-5C, parade ini juga memamerkan berbagai sistem persenjataan canggih lain, seperti rudal nuklir dari darat, laut, dan udara, pesawat tempur stealth terbaru J-35, bomber jarak jauh H-6J, dan drone dengan kecerdasan buatan. Semua ini menunjukkan bahwa China sedang memperkuat kemampuan militernya baik di darat, laut, maupun udara.
Parade ini bukan hanya soal kekuatan militer, tapi juga pesan politik penting bahwa China siap menjaga keamanan nasional dan memperkuat posisi strategisnya di dunia. Namun, langkah ini juga memicu reaksi dari Amerika Serikat yang menuduh adanya konspirasi antara pemimpin negara yang hadir. Semua ini menunjukkan bahwa persaingan militer global semakin ketat.
Analisis Ahli
Yang Chengjun
DF-5C mengintegrasikan keunggulan teknologi dari seri rudal sebelumnya dan menawarkan nilai strategis besar dengan jangkauan global, fitur peluncuran cepat, dan presisi tinggi.Ma Yan
DF-5C memastikan kredibilitas dan keandalan strategi deterensi nuklir China dengan kemampuan membawa hingga 10 hulu ledak yang dapat menyerang beberapa target sekaligus.

