Gagal Starliner, NASA dan Boeing Disorot Karena Kepemimpinan dan Desain Buruk
Courtesy of CNBCIndonesia

Gagal Starliner, NASA dan Boeing Disorot Karena Kepemimpinan dan Desain Buruk

Mengungkap akar masalah kegagalan uji coba peluncuran Starliner serta dampaknya terhadap para astronaut dan organisasi yang terlibat, sekaligus menyoroti perlunya perbaikan kepemimpinan dan budaya kerja di NASA dan Boeing agar penerbangan luar angkasa dapat berjalan lebih aman dan efektif.

20 Feb 2026, 13.55 WIB
112 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Permasalahan desain dan kepemimpinan mempengaruhi keberhasilan misi luar angkasa.
  • Kerjasama antara Boeing dan NASA perlu ditingkatkan untuk menghindari masalah di masa depan.
  • Penggunaan pesawat SpaceX menunjukkan alternatif yang tersedia untuk misi luar angkasa.
Jakarta, Indonesia - Starliner adalah pesawat yang dibuat oleh Boeing untuk membawa astronaut NASA ke Stasiun Luar Angkasa Internasional. Namun, dalam uji coba peluncurannya, pesawat ini mengalami masalah serius yang menyebabkan dua astronaut terdampar di luar angkasa hampir selama satu tahun.
Jared Isaacman, bos baru NASA, mengatakan bahwa masalah tersebut bukan hanya dari pesawatnya saja, tetapi juga dari kesalahan dalam kepemimpinan dan cara pengambilan keputusan di kedua organisasi, NASA dan Boeing. Ia menyebut adanya tekanan jadwal yang terlalu ketat dan ketidakpercayaan antar tim.
Menurut laporan penyelidikan, NASA dan Boeing saling menyalahkan, dan suasana kerja yang buruk membuat keputusan penting jadi tidak profesional, bahkan sampai membahayakan keselamatan astronaut yang ada di luar angkasa.
Karena masalah tersebut belum bisa diselesaikan, NASA akhirnya menggunakan pesawat buatan perusahaan lain, SpaceX, untuk membawa pulang astronaut yang terdampar pada Maret 2025. Hal ini menjadi bukti bahwa kerja sama dan manajemen yang baik sangat dibutuhkan dalam misi luar angkasa.
Boeing mengaku telah melakukan banyak perbaikan teknis dan berusaha merubah budaya kerja mereka selama 18 bulan terakhir. Namun, kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260220115934-37-712438/sebut-boeing-dan-anak-buah-gak-becus-bos-nasa-ngamuk

Analisis Ahli

Kelley Munro (Analis aerospace dan kebijakan luar angkasa)
"Kegagalan Starliner mengingatkan bahwa teknologi canggih harus diimbangi dengan sistem manajemen yang kuat dan budaya kerja yang sehat agar misi luar angkasa benar-benar aman dan berhasil."
Thomas Zurbuchen (Associate Administrator NASA untuk sains)
"Ketidakseimbangan antara tekanan jadwal dan kualitas kerja bisa mengakibatkan risiko besar, sehingga NASA harus menjamin bahwa integritas misi tidak dikorbankan demi deadline."

Analisis Kami

"Masalah dalam proyek Starliner tidak hanya berasal dari aspek teknis, tapi juga sangat dipengaruhi oleh buruknya komunikasi dan kepemimpinan. Jika Boeing dan NASA tidak segera memperbaiki budaya kerja dan manajemen pengambilan keputusan, maka potensi kegagalan dalam misi luar angkasa berikutnya akan tetap tinggi dan berbahaya bagi keselamatan astronaut."

Prediksi Kami

NASA dan Boeing kemungkinan akan melakukan reformasi besar dalam prosedur manajemen dan budaya kerja, serta meningkatkan kolaborasi dengan mitra lain seperti SpaceX untuk mengurangi risiko kegagalan misi luar angkasa di masa depan.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa masalah utama yang dihadapi oleh proyek Starliner?
A
Masalah utama adalah kegagalan uji coba peluncuran Starliner yang mengakibatkan masalah desain dan perakitan.
Q
Siapa yang menyalahkan Boeing dan NASA atas kegagalan Starliner?
A
Jared Isaacman, bos baru NASA, menyalahkan Boeing dan tim NASA atas kegagalan tersebut.
Q
Apa dampak dari permasalahan ini terhadap astronaut yang terdampar?
A
Dampaknya adalah Suni Williams dan Butch Wilmore terdampar hampir satu tahun di ISS.
Q
Apa yang diungkap oleh hasil penyelidikan mengenai kepemimpinan di Boeing dan NASA?
A
Hasil penyelidikan mengungkapkan adanya permasalahan kepemimpinan dan pengambilan keputusan yang menciptakan budaya kerja yang tidak sesuai.
Q
Apa langkah yang diambil Boeing setelah 18 bulan uji coba penerbangan?
A
Boeing mengklaim telah mencapai kemajuan substansial dalam memperbaiki tindakan dan tantangan teknis yang dihadapi.