Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Gagal Starliner, NASA Dan Boeing Disorot Karena Kepemimpinan Dan Desain Buruk

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
News Publisher
20 Feb 2026
1446 dibaca
2 menit
Gagal Starliner, NASA Dan Boeing Disorot Karena Kepemimpinan Dan Desain Buruk

TLDR

Permasalahan desain dan kepemimpinan mempengaruhi keberhasilan misi luar angkasa.
Kerjasama antara Boeing dan NASA perlu ditingkatkan untuk menghindari masalah di masa depan.
Penggunaan pesawat SpaceX menunjukkan alternatif yang tersedia untuk misi luar angkasa.
Starliner adalah pesawat yang dibuat oleh Boeing untuk membawa astronaut NASA ke Stasiun Luar Angkasa Internasional. Namun, dalam uji coba peluncurannya, pesawat ini mengalami masalah serius yang menyebabkan dua astronaut terdampar di luar angkasa hampir selama satu tahun.Jared Isaacman, bos baru NASA, mengatakan bahwa masalah tersebut bukan hanya dari pesawatnya saja, tetapi juga dari kesalahan dalam kepemimpinan dan cara pengambilan keputusan di kedua organisasi, NASA dan Boeing. Ia menyebut adanya tekanan jadwal yang terlalu ketat dan ketidakpercayaan antar tim.Menurut laporan penyelidikan, NASA dan Boeing saling menyalahkan, dan suasana kerja yang buruk membuat keputusan penting jadi tidak profesional, bahkan sampai membahayakan keselamatan astronaut yang ada di luar angkasa.Karena masalah tersebut belum bisa diselesaikan, NASA akhirnya menggunakan pesawat buatan perusahaan lain, SpaceX, untuk membawa pulang astronaut yang terdampar pada Maret 2025. Hal ini menjadi bukti bahwa kerja sama dan manajemen yang baik sangat dibutuhkan dalam misi luar angkasa.Boeing mengaku telah melakukan banyak perbaikan teknis dan berusaha merubah budaya kerja mereka selama 18 bulan terakhir. Namun, kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.