Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Inovasi Ragi Modifikasi Bisa Pulihkan Logam Langka dari Limbah Elektronik

Sains
Iklim dan Lingkungan
climate-and-environment (5mo ago) climate-and-environment (5mo ago)
18 Okt 2025
68 dibaca
1 menit
Inovasi Ragi Modifikasi Bisa Pulihkan Logam Langka dari Limbah Elektronik

Rangkuman 15 Detik

Ragi sulfat menawarkan solusi berkelanjutan untuk pemulihan logam langka.
Inovasi ini dapat mengurangi ketergantungan pada pasokan luar negeri.
Daur ulang logam dari limbah elektronik adalah langkah penting untuk keberlanjutan industri.
Logam langka sangat penting dalam pembuatan barang elektronik seperti ponsel dan laptop, tetapi sumbernya makin menipis dan sulit didaur ulang. Penambangan logam ini juga mahal dan merusak lingkungan, sehingga diperlukan cara baru yang lebih ramah. Tim di Osaka Metropolitan University mengembangkan metode menggunakan ragi yang dimodifikasi dengan sulfat, disebut S-yeast, untuk menyerap logam seperti tembaga dari larutan limbah. Teknik ini lebih efektif dibandingkan metode sebelumnya. Selain tembaga, S-yeast juga mampu menyerap logam lain seperti seng, kadmium, timbal, dan elemen tanah jarang yang penting untuk teknologi modern. Prosesnya mudah diulang karena logam dapat dikeluarkan dan ragi bisa dipakai lagi. Penemuan ini sangat penting karena sebagian besar logam tanah jarang dunia diproduksi di China, sehingga metode baru ini bisa membantu negara lain mengurangi ketergantungan impor dan mengamankan pasokan logam. Riset ini akan dilanjutkan dengan uji coba menggunakan limbah asli dalam skala lebih besar agar implementasinya bisa segera diterapkan. Metode ini punya potensi besar untuk mengubah limbah elektronik menjadi sumber logam yang terbarukan dan ramah lingkungan.

Analisis Ahli

Profesor Masayuki Azuma
Metode berbasis bioadsorben ini menunjukkan terobosan dalam ekoteknologi yang dapat mengurangi beban lingkungan sekaligus memastikan pasokan logam kritis yang stabil untuk masa depan.
Associate Professor Yoshihiro Ojima
Pengembangan S-yeast membuka peluang teknologi recovery logam yang lebih murah dan berkelanjutan, yang sangat penting untuk industri elektronik dan energi hijau.