
Courtesy of CNBCIndonesia
Jerman dan Indonesia Batasi Akses Media Sosial untuk Anak Demi Perlindungan
Menginformasikan perkembangan global terkait pembatasan akses media sosial untuk anak di bawah umur dan menekankan pentingnya perlindungan anak dari dampak negatif dunia maya.
19 Feb 2026, 13.40 WIB
78 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Jerman berencana menerapkan aturan serupa dengan Indonesia untuk membatasi akses media sosial bagi anak di bawah umur.
- Pembatasan akses media sosial di berbagai negara bertujuan untuk melindungi anak-anak dari berita palsu dan manipulasi online.
- Aturan pembatasan akses media sosial menjadi tren di Eropa setelah Australia menetapkan kebijakan yang lebih ketat.
Jakarta, Indonesia - Beberapa negara semakin sadar akan bahaya media sosial bagi anak-anak, khususnya terkait berita palsu dan manipulasi online yang bisa merusak mental mereka. Indonesia telah lebih dulu mengatur pembatasan akses media sosial bagi anak usia 13 hingga 18 tahun. Anak-anak diizinkan menggunakan media sosial dengan persetujuan orang tua.
Baru-baru ini, Jerman melalui Kanselir Friedrich Merz menyatakan rencana menerapkan aturan pembatasan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun. Merz menekankan betapa pentingnya melindungi anak dari dampak negatif seperti penyebaran informasi tidak benar dan konten palsu yang bisa membahayakan.
Partai Kristen Konservatif Jerman, CDU, akan menggelar konferensi yang membahas pelarangan akses kepada platform populer seperti TikTok dan Instagram untuk anak-anak di bawah 16 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa pembatasan akses media sosial tidak hanya menjadi isu nasional, tetapi juga internasional.
Selain Jerman dan Indonesia, beberapa negara di Eropa seperti Spanyol, Yunani, Prancis, dan Inggris juga berencana atau sudah mulai menerapkan aturan serupa. Australia bahkan sudah menetapkan aturan tegas pelarangan akses media sosial untuk anak di bawah 16 tahun mulai Desember 2025.
Di Asia, Malaysia dan India mengikuti jejak Australia dengan merencanakan pembatasan akses media sosial untuk anak di bawah umur yang lebih ketat. Meningkatnya kesadaran ini menunjukkan bahwa perlindungan anak di dunia digital menjadi perhatian global dan tren yang terus berkembang.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260219125356-37-712105/aturan-indonesia-jadi-tren-dunia-makin-banyak-negara-ikutan
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260219125356-37-712105/aturan-indonesia-jadi-tren-dunia-makin-banyak-negara-ikutan
Analisis Ahli
Dr. Susan Lim (Psikolog Anak)
"Pembatasan akses ke media sosial sejak usia dini dapat mencegah stres dan gangguan kecemasan pada anak-anak, namun penting juga memastikan adanya pendampingan orang tua saat mereka mulai menggunakan platform tersebut."
Analisis Kami
"Pembatasan akses media sosial merupakan langkah penting agar anak-anak terlindung dari pengaruh buruk dunia maya yang semakin kompleks dan berbahaya. Namun, kebijakan ini harus diimbangi dengan edukasi digital agar anak tidak hanya dibatasi, tetapi juga dibekali kemampuan berselancar di dunia digital dengan bijak."
Prediksi Kami
Pembatasan akses media sosial bagi anak di berbagai negara akan menjadi tren global dan kemungkinan besar aturan yang lebih ketat akan diberlakukan untuk mengurangi dampak negatif digital pada anak-anak.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang dibahas oleh Kanselir Friedrich Merz dalam pidatonya?A
Kanselir Friedrich Merz membahas pentingnya membatasi akses media sosial untuk melindungi anak-anak dari berita palsu dan manipulasi online.Q
Apa tujuan dari aturan pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah umur?A
Tujuan dari aturan tersebut adalah untuk melindungi anak-anak dari bahaya informasi yang salah dan dampak negatif dari penggunaan media sosial.Q
Negara mana saja yang mengikuti langkah Indonesia dalam pembatasan akses media sosial?A
Negara-negara seperti Spanyol, Yunani, Prancis, dan Inggris juga mengikuti langkah Indonesia dalam pembatasan akses media sosial.Q
Apa perbedaan antara aturan Indonesia dan Australia terkait akses media sosial?A
Perbedaan utama adalah Indonesia membatasi akses berdasarkan klasifikasi usia 13-18 tahun, sementara Australia melarang akses untuk anak di bawah 16 tahun.Q
Mengapa pembatasan akses media sosial dianggap penting bagi anak-anak?A
Pembatasan akses dianggap penting untuk menjaga kesehatan mental dan keamanan anak-anak di era digital.


