Penemuan Bakteri Baru Ubah Sampah Makanan Jadi Energi Ramah Lingkungan
Sains
Iklim dan Lingkungan
25 Okt 2025
192 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Penemuan bakteri baru di Surrey Biofuel Facility memberikan wawasan baru tentang produksi energi terbarukan dari limbah makanan.
Bakteri ini dapat bertahan dalam kondisi ekstrem dan berkontribusi pada efisiensi produksi metana.
Riset ini menunjukkan potensi mikroba dalam menyelesaikan tantangan lingkungan yang lebih besar, seperti pengelolaan limbah dan energi bersih.
Para peneliti di Universitas British Columbia di Kanada menemukan bakteri baru yang dapat mengubah sampah makanan menjadi gas alam terbarukan. Penemuan ini terjadi di Surrey Biofuel Facility, salah satu pusat pengolahan sampah organik terbesar di Kanada. Proses ini dapat memproduksi bahan bakar yang bebas karbon dan ramah lingkungan.
Proses pengolahan di fasilitas ini menggunakan sistem anaerobik, di mana mikroba bekerja tanpa oksigen untuk memecah material organik menjadi senyawa sederhana, seperti asam asetat, yang kemudian diubah menjadi metana, sumber utama energi yang diperoleh.
Peneliti menggunakan teknik protein-SIP dengan memberi makan mikroba menggunakan nutrisi berlabel karbon untuk mengidentifikasi mikroorganisme mana yang aktif memproduksi metana, sehingga mereka dapat menemukan bakteri baru yang selama ini tidak terdeteksi dengan metode tradisional.
Bakteri yang ditemukan termasuk keluarga Natronincolaceae dan memiliki kemampuan bertahan hidup di lingkungan dengan kadar amonia tinggi, kondisi yang biasanya mematikan bagi mikroba penghasil metana lainnya. Ini menjelaskan efektivitas produksi energi di fasilitas seperti Surrey meski dengan tantangan tersebut.
Dengan penemuan ini, tim peneliti berharap untuk meningkatkan efisiensi pengolahan sampah organik menjadi energi, serta mengaplikasikan metode serupa untuk membantu mengurai polusi mikroplastik di laut. Penelitian ini menjadi langkah penting bagi solusi energi bersih dan pengelolaan limbah masa depan.
Analisis Ahli
Ryan Ziels
Temuan ini menunjukkan bahwa mikroba memiliki kemampuan luar biasa dalam mengatasi lingkungan yang keras, dan identifikasi mereka akan membantu meningkatkan efisiensi energi terbarukan.Steven Hallam
Kolaborasi mikroba dalam produksi metana sangat kompleks, dan menemukan pemain kunci baru memperluas pemahaman kita serta potensi pengoptimalan proses bioenergi.
