
Courtesy of InterestingEngineering
Inisiatif Eropa Kembangkan Drone Kamikaze Jangkauan Lebih 500 Km
Mengembangkan munisi loitering berjangkauan lebih dari 500 kilometer yang murah dan efisien untuk melakukan serangan presisi mendalam terhadap pertahanan musuh dan target strategis lainnya, guna meningkatkan kemampuan militer Eropa dan menyaingi penggunaan drone di konflik modern seperti Rusia-Ukraina.
18 Feb 2026, 07.41 WIB
85 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Inisiatif ELSA merupakan kerjasama penting di antara negara-negara Eropa untuk meningkatkan kemampuan pertahanan.
- Pengembangan drone kamikaze menunjukkan inovasi dalam teknologi militer yang dapat mengubah cara perang dilakukan.
- Drones telah menjadi komponen kunci dalam konflik modern, dengan potensi untuk mempengaruhi hasil pertempuran secara signifikan.
Berlin, Jerman - Sebagai respons terhadap penggunaan drone yang sangat efektif dalam perang Rusia-Ukraina, enam negara Eropa, yakni Jerman, Prancis, Inggris, Italia, Polandia, dan Swedia, meluncurkan proyek bersama untuk membuat munisi loitering jarak jauh yang murah dan efisien. Inisiatif ini diberi nama European Long-range Strike Approach atau ELSA.
Munisi loitering ini disebut sebagai One Way Effector 500 Plus dan mampu terbang sejauh 500 kilometer dengan membawa hulu ledak sekitar 50 kilogram. Ketika terbang di atas target, drone ini dapat menyerang dengan menabrakkan dirinya layaknya drone kamikaze untuk menghancurkan pertahanan udara, gudang logistik, dan target penting lainnya.
Satu operator dapat mengendalikan puluhan drone sekaligus secara otomatis, memungkinkan operasi serangan besar dengan koordinasi yang tinggi. Pembuatan drone ini akan dilakukan oleh negara-negara peserta agar dapat mempercepat produksi dan meningkatkan kemampuan skala besar di masa depan.
Popularitas drone kamikaze semakin meningkat setelah terbukti efektif dalam konflik di Ukraina, terutama oleh drone desain Iran seperti Shahed yang digunakan Rusia. ELSA berusaha mengembangkan teknologi serupa namun dengan biaya yang lebih rendah dan kemampuan yang lebih tinggi.
Selain munisi loitering, inisiatif ini juga mempertimbangkan pengembangan sistem peringatan dini udara dan solusi peluncur roket ganda. Diharapkan pengiriman awal drone ini bisa dilakukan mulai tahun depan, menandai kemajuan signifikan dalam strategi pertahanan Eropa.
Referensi:
[1] https://www.interestingengineering.com/military/europe-500km-deep-strike-drone-elsa
[1] https://www.interestingengineering.com/military/europe-500km-deep-strike-drone-elsa
Analisis Ahli
Dr. Anna Schmidt (Ahli Pertahanan Eropa)
"Pengembangan munisi loitering ini akan memperkuat posisi strategi Eropa dalam menjaga kedaulatan dan menambah kemampuan ofensif dengan tingkat presisi yang tinggi."
Prof. Jean Dupont (Pakar Teknologi Drone)
"ELSA bisa menjadi game changer di medan perang karena kemampuannya yang adaptif dan skala operasional yang besar, namun harus dipastikan aspek keamanan dan kontrolnya agar tidak disalahgunakan."
Analisis Kami
"Inisiatif ELSA ini sangat strategis karena menjawab kebutuhan mendesak perang modern yang semakin bergantung pada teknologi drone. Namun, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kolaborasi antar negara yang efektif dan inovasi biaya agar drone ini benar-benar bisa menjadi pilihan utama di pasar militer global."
Prediksi Kami
Dalam beberapa tahun ke depan, drone loitering seperti One Way Effector akan menjadi senjata utama dalam perang modern, memaksa negara-negara lain untuk mempercepat pengembangan teknologi serupa demi menjaga keamanan nasional mereka.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa itu inisiatif ELSA?A
Inisiatif ELSA adalah proyek kerjasama antara Jerman, Prancis, Inggris, Italia, Polandia, dan Swedia untuk mengembangkan munisi loitering dengan jangkauan lebih dari 500 km.Q
Apa tujuan dari pengembangan drone kamikaze ini?A
Tujuan dari pengembangan drone kamikaze ini adalah untuk melakukan serangan presisi terhadap target strategis seperti pertahanan udara dan pusat logistik musuh.Q
Negara mana saja yang terlibat dalam inisiatif ELSA?A
Negara-negara yang terlibat dalam inisiatif ELSA adalah Jerman, Prancis, Inggris, Italia, Polandia, dan Swedia.Q
Apa yang membuat drone ini berbeda dari munisi tradisional?A
Drone ini berbeda dari munisi tradisional karena dirancang untuk mengawasi area terlebih dahulu sebelum menyerang target secara otonom.Q
Mengapa drone menjadi penting dalam konflik modern?A
Drones menjadi penting dalam konflik modern karena kemampuannya untuk melakukan serangan yang lebih presisi dan efisien, serta mengurangi risiko bagi personel di lapangan.




