Rusia Gunakan Drone Shahed dengan Teknologi Canggih untuk Serang Ukraina
Teknologi
Keamanan Siber
06 Jun 2025
273 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Rusia memperkuat produksi drone serangan untuk meningkatkan efektivitas militer.
Penggunaan drone memberikan keuntungan biaya dan strategi dalam konflik.
Tantangan bagi Ukraina dalam mempertahankan diri semakin meningkat dengan teknik baru yang digunakan oleh Rusia.
Perang di Ukraina telah membuat Rusia beralih menggunakan drone serang Shahed sebagai senjata utama yang lebih murah dibandingkan pesawat atau rudal. Rusia membeli drone ini dari Iran, lalu membangun produksinya sendiri di Alabuga, Tatarstan.
Rusia melancarkan serangan besar-besaran menggunakan ratusan drone setiap bulan untuk menyerang Ukraina. Mereka juga melapisi drone dengan karbon agar lebih sulit dideteksi radar dan meningkatkan kemampuan warhead dengan bahan yang dapat membakar dan pecahan agar efek serangannya makin luas.
Selain drone asli, Rusia juga mengirim drone palsu sebagai pancingan agar sistem pertahanan Ukraina menghabiskan amunisi untuk menembak mereka, sementara drone asli dapat menyusup ke wilayah musuh dengan leluasa.
Untuk meningkatkan keamanannya, Rusia juga memakai kabel serat optik untuk mengendalikan drone, sehingga drone itu tidak mudah diganggu oleh perang elektronik yang biasanya bisa mengacaukan sinyal radio drone.
Militer Ukraina harus terus mengganti frekuensi radio dan mengatur ulang drone yang mereka terima agar bisa digunakan. Penggunaan drone murah oleh Rusia membuat Ukraina sulit menghabiskan anggaran dan tenaga terus-menerus untuk menghadang serangan massal drone tersebut.



