Bahaya Tenggelamnya Jakarta Akibat Naiknya Permukaan Air Laut Hingga 2045
Sains
Iklim dan Lingkungan
13 Jul 2025
300 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Kenaikan permukaan laut merupakan ancaman serius bagi kota-kota pesisir seperti Jakarta.
Banjir yang semakin sering terjadi adalah gejala awal dari potensi bencana lebih besar akibat perubahan iklim.
Langkah-langkah adaptasi seperti peninggian tanggul dan pemulihan mangrove sangat penting untuk mengurangi risiko tenggelam.
NASA memperingatkan bahwa permukaan air laut akan naik drastis antara 0,9 hingga 1,8 meter pada akhir abad ini karena mencairnya es di kutub akibat perubahan iklim. Hal ini berpotensi menyebabkan ratusan juta orang kehilangan tempat tinggal, terutama yang tinggal di wilayah pesisir seperti Jakarta.
Jakarta dikenal sebagai salah satu kota yang paling cepat tenggelam di dunia dengan permukaan air laut naik sekitar 17 cm per tahun. Kota ini berada di dataran rendah, dilewati oleh 13 sungai, dan berbatasan langsung dengan Laut Jawa, sehingga sangat rentan terhadap banjir dan kenaikan air laut.
Fenomena banjir yang semakin sering terjadi, termasuk banjir besar di Jabodetabek dan wilayah Jawa pada awal 2025, menjadi tanda bahaya serius. Pemerintah Indonesia merespon dengan memindahkan ibu kota ke Ibu Kota Nusantara (IKN) yang diprediksi selesai sepenuhnya pada 2045 sebagai alternatif jika Jakarta tenggelam.
Selain Jakarta, beberapa kota besar dunia juga menghadapi ancaman tenggelam, seperti Alexandria, Miami, Lagos, dan lainnya. Kerusakan akibat kenaikan permukaan laut bersifat permanen dan bisa berakibat fatal jika tidak ada tindakan mitigasi yang nyata.
Langkah adaptasi seperti peninggian tanggul, pemulihan mangrove, dan manajemen air yang lebih baik sangat penting untuk dilakukan. Jika tidak, Indonesia dan negara lain berisiko kehilangan wilayah pesisirnya secara permanen dalam sejarah.
Analisis Ahli
James Hansen (ahli iklim)
Peningkatan suhu global yang menyebabkan pencairan es di kutub akan mempercepat kenaikan air laut yang berpotensi mengubah peta dunia dan memaksa migrasi besar-besaran dari daerah pesisir.C.L. Parkinson (ilmuwan NASA)
Data satelit kami menunjukkan tren yang jelas mengenai kenaikan permukaan laut dan akan sangat mempengaruhi kota-kota dataran rendah seperti Jakarta jika tidak ada intervensi segera.

