Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Risiko Tenggelam Jakarta dan 10 Kota Dunia Akibat Perubahan Iklim Meningkat

Sains
Iklim dan Lingkungan
climate-and-environment (9mo ago) climate-and-environment (9mo ago)
31 Mei 2025
47 dibaca
2 menit
Risiko Tenggelam Jakarta dan 10 Kota Dunia Akibat Perubahan Iklim Meningkat

Rangkuman 15 Detik

Perubahan iklim menyebabkan peningkatan ketinggian air laut yang mengancam banyak kota besar di dunia.
Jakarta merupakan salah satu kota yang paling cepat tenggelam dan pemerintah akan memindahkan ibu kota untuk mengatasi masalah ini.
Kota-kota lain di Asia dan Afrika juga menghadapi risiko tenggelam akibat perubahan iklim dan bencana alam.
Perubahan iklim menyebabkan peningkatan drastis permukaan air laut yang mengancam banyak wilayah pesisir dunia, termasuk Jakarta, yang berada di dataran rendah dengan risiko banjir parah dan tenggelam. NASA memprediksi kenaikan air laut mencapai 3-6 kaki pada 2100, yang dapat membuat ratusan juta orang kehilangan tempat tinggal. Jakarta mengalami penurunan tanah hingga 17 cm per tahun akibat aktivitas manusia dan kondisi geografisnya, memperparah risiko banjir. Fenomena banjir semakin sering terjadi, terutama di wilayah Jabodetabek seperti Bekasi yang menghadapi banjir terparah pada awal 2025, mengingatkan pada bencana banjir besar tahun 2007. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah Indonesia memutuskan memindahkan ibu kota ke wilayah IKN yang direncanakan selesai pada 2045. IKN akan menjadi tempat pelarian saat Jakarta semakin tenggelam akibat kombinasi faktor alam dan manusia, seperti ekstraksi air tanah berlebihan dan polusi. Selain Jakarta, ada 10 kota besar lain di dunia yang berpotensi tenggelam, antara lain Yangon, Bangkok, Manila, Dhaka, Kolkata, Alexandria, Miami, dan Lagos. Kota-kota ini menghadapi ancaman serupa dari naiknya air laut, erosi pantai, dan kerusakan lingkungan alami seperti hutan mangrove. Informasi ini mengingatkan pentingnya upaya menjaga lingkungan dan penanganan risiko bencana lebih serius, agar dampak buruk perubahan iklim bisa diminimalisir dan kelangsungan hidup jutaan manusia di kawasan pesisir bisa terjaga.