Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Kelompok Hacker China Serang Email Staf DPR AS, Ancaman Spionase Meningkat

Teknologi
Keamanan Siber
News Publisher
09 Jan 2026
1475 dibaca
2 menit
Kelompok Hacker China Serang Email Staf DPR AS, Ancaman Spionase Meningkat

TLDR

Kelompok peretas Salt Typhoon berhasil mengakses email staf DPR AS, menunjukkan potensi kerentanan dalam sistem keamanan siber pemerintah.
Insiden ini menyoroti meningkatnya spionase siber yang ditujukan pada anggota parlemen dan staf yang membidangi urusan intelijen dan militer.
Tanggapan resmi dari berbagai pihak, termasuk China dan FBI, menunjukkan kompleksitas diplomasi dan politik yang terlibat dalam isu spionase siber.
Sebuah kelompok peretas yang disebut Salt Typhoon dilaporkan berhasil mengakses email staf beberapa komite penting di Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat. Komite-komite yang terpengaruh termasuk yang mengurusi Urusan China, luar negeri, intelijen, dan layanan bersenjata. Insiden ini terdeteksi pada bulan Desember dan menambah daftar panjang serangan siber yang menyasar pejabat dan lembaga pemerintah AS.Sumber yang sama melaporkan bahwa belum diketahui apakah email para anggota Kongres ikut diakses dalam peretasan ini. Meski demikian, hal ini menimbulkan kekhawatiran besar tentang bagaimana data sensitif dan informasi pemerintah bisa bocor atau disalahgunakan. FBI dan Gedung Putih sampai saat ini belum memberikan komentar resmi mengenai laporan tersebut.Kedutaan Besar China membantah semua tuduhan yang mengaitkan negara mereka dengan pelaku, menyebut tuduhan itu sebagai spekulasi yang tidak berdasar. Sebelumnya, Amerika Serikat juga telah menjatuhkan sanksi pada individu dan perusahaan yang diduga terkait dengan kelompok Salt Typhoon, yang menandai bahwa kegiatan kelompok ini telah lama diwaspadai.Peretasan terhadap lembaga legislatif AS bukan hal baru, dan selama ini anggota parlemen serta staf yang mengurusi isu militer dan intelijen menjadi sasaran utama. Pada November tahun lalu, insiden siber serupa juga terjadi yang mengganggu komunikasi antara beberapa kantor Senat dan Congressional Budget Office.Insiden terbaru ini menunjukkan betapa pentingnya memperkuat keamanan dunia maya di pemerintah agar dapat melindungi data penting dari ancaman spionase. Selain itu, hal ini juga menimbulkan tekanan pada hubungan diplomatik antara AS dan China, terutama dalam hal keamanan teknologi dan intelijen.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.