Eropa Berupaya Capai Kedaulatan Digital dengan Kurangi Ketergantungan Layanan AS
Teknologi
Keamanan Siber
05 Feb 2026
123 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Negara-negara Eropa berusaha untuk meningkatkan kedaulatan digital dengan mengurangi ketergantungan pada teknologi asing.
Langkah-langkah tersebut termasuk penggunaan perangkat lunak lokal dan open source untuk menjaga keamanan data.
Ketegangan politik dan kekhawatiran tentang privasi data menjadi pendorong utama untuk transisi ini.
Pemerintah di berbagai negara Eropa mulai mengambil langkah untuk mengurangi penggunaan layanan digital dari perusahaan teknologi besar asal Amerika Serikat. Hal ini dilakukan agar mereka bisa mengendalikan data dan infrastruktur penting secara mandiri, sebuah konsep yang dikenal sebagai kedaulatan digital.
Prancis berencana mengganti layanan konferensi video populer seperti Zoom dan Microsoft Teams dengan aplikasi Visio buatan lokal untuk 2,5 juta pegawai negeri pada tahun 2027. Langkah ini bertujuan untuk menjaga keamanan dan kerahasiaan komunikasi elektronik publik.
Di Jerman, negara bagian Schleswig-Holstein telah memindahkan email pegawai dari Microsoft ke program sumber terbuka dan mulai mengganti sistem berbagi file serta mempertimbangkan penggunaan Linux. Demikian juga, militer Austria beralih ke LibreOffice sebagai pengganti Microsoft Office.
Kota Lyon dan pemerintah Denmark juga mulai menggunakan perangkat lunak bebas untuk kebutuhan administrasi pemerintah. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi terhadap risiko bahwa layanan teknologi asing dapat diputus sewaktu-waktu akibat ketegangan politik dan sanksi internasional.
Meski penyedia cloud asal AS menawarkan solusi 'sovereign cloud' dengan pusat data di Eropa, sejumlah pemerintah masih percaya bahwa solusi terbaik adalah dengan mengurangi ketergantungan pada vendor asing untuk menjamin keamanan dan kedaulatan digital.
Analisis Ahli
Andreas Antonopoulos (pakar keamanan siber)
Langkah Eropa ini penting untuk mengurangi risiko ketergantungan dan potensi manipulasi dari vendor besar asing yang bisa mengancam kedaulatan data dan keamanan nasional.Caterina Fake (pendiri Flickr dan pakar teknologi)
Penggunaan open source membuka peluang bagi kolaborasi terbuka dan inovasi yang lebih demokratis, menantang monopoli besar dan mendukung kedaulatan digital.

