Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Pangsa Pasar Nvidia Di China Anjlok 0 Persen Akibat Larangan AS

Teknologi
Kecerdasan Buatan
News Publisher
20 Okt 2025
2959 dibaca
2 menit
Pangsa Pasar Nvidia Di China Anjlok 0 Persen Akibat Larangan AS

TLDR

Nvidia mengalami penurunan tajam di pasar China akibat larangan ekspor dari AS.
CEO Jensen Huang mengkritik kebijakan yang menyebabkan hilangnya pangsa pasar di China.
Larangan ekspor produk chip AI berdampak signifikan pada pendapatan Nvidia.
Nvidia adalah perusahaan yang membuat chip penting untuk teknologi kecerdasan buatan atau AI. Baru-baru ini, pangsa pasar Nvidia di China turun drastis dari 95 persen menjadi nol persen. Hal ini disebabkan oleh larangan ekspor produk teknologi tinggi yang diberlakukan oleh pemerintah Amerika Serikat.CEO Nvidia, Jensen Huang, mengatakan bahwa larangan ini membuat Nvidia kehilangan pasar terbesar mereka di China. Penjualan chip khusus yang digunakan untuk pusat data AI seperti A800 dan H800 juga tidak lagi diperbolehkan sejak Oktober 2022. Kebijakan ini sangat mempengaruhi pendapatan Nvidia.Larangan ekspor tersebut diarahkan untuk membatasi China dalam mengakses teknologi terbaru. Sebagai respons, China mempercepat pengembangan teknologi chip AI dalam negeri agar tidak terlalu bergantung pada produk luar negeri. Hal ini memicu persaingan teknologi yang semakin ketat antara AS dan China.Meskipun pangsa pasar di China hilang, harga saham Nvidia justru naik tajam karena permintaan chip AI di pasar lain tetap tinggi. Kenaikan harga saham ini membuat CEO Nvidia, Jensen Huang, menjadi salah satu orang terkaya di dunia dengan kekayaan lebih dari 159 miliar dolar AS.Situasi ini menunjukkan dampak besar kebijakan perdagangan teknologi terhadap perusahaan global dan persaingan antar negara. Meski Nvidia kehilangan pasar China, perusahaan dan pemerintah AS berharap kebijakan ini dapat membatasi kemajuan teknologi milik China di bidang AI.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.