Hanya 5% Proyek AI Berhasil, Mayoritas Bisnis Masih Gagal Maksimalkan GenAI
Teknologi
Kecerdasan Buatan
20 Agt 2025
103 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Hanya 5% dari proyek AI yang berhasil meningkatkan pendapatan.
Ada kesenjangan besar antara klaim sukses dan kenyataan dalam penerapan AI.
Saham perusahaan teknologi mengalami penurunan setelah laporan negatif tentang AI.
Laporan terbaru dari inisiatif NANDA MIT menunjukkan bahwa meskipun AI generatif sangat populer dan dianggap sebagai teknologi masa depan, kenyataannya sebagian besar penerapannya dalam bisnis masih jauh dari harapan. Dari 100 program percontohan yang dilakukan, hanya 5% yang berhasil memberikan akselerasi pendapatan yang signifikan, sementara sisanya terseok-seok tidak memberikan pengaruh besar.
Penelitian ini didasarkan pada 150 wawancara dengan pemimpin perusahaan, survei terhadap 350 karyawan, dan analisa lebih dari 300 penerapan AI yang bersifat publik. Hasilnya mengungkapkan bahwa ada jurang besar antara cerita sukses dan kenyataan yang dialami mayoritas perusahaan di lapangan.
Beberapa perusahaan startup yang dipimpin oleh anak muda mampu memanfaatkan AI generatif secara efektif. Contohnya, ada startup yang hanya dalam setahun berhasil naik dari nol menjadi pendapatan sebesar 20 juta dollar AS, dengan mengembangkan layanan yang fokus pada satu masalah spesifik dan menerapkan kerja sama yang cerdas.
Sebaliknya, 95% proyek AI generatif lainnya masih belum bisa maksimal, yang penyebab utamanya adalah kesulitan dalam integrasi AI ke dalam proses bisnis dan pembelajaran organisasi. Teknologi seperti ChatGPT yang fleksibel untuk penggunaan individu ternyata kurang bermanfaat untuk perusahaan karena tidak bisa menyesuaikan dengan alur kerja mereka secara spesifik.
Berita ini pun berdampak pada pasar saham teknologi dunia, dimana saham Nvidia, Palantir, dan Arm merosot cukup tajam. Indeks Nasdaq Composite dan S&P 500 juga mengalami penurunan, diikuti oleh pasar saham Asia seperti Nikkei, Kospi, dan Hang Seng yang turun signifikan.
Analisis Ahli
Aditya Challapally
Masalah utama implementasi AI generatif bukan pada modelnya, melainkan bagaimana perangkat tersebut terintegrasi dengan alur kerja perusahaan dan pembelajaran organisasi yang belum optimal.


