Krisis Chip Memori Dorong Penurunan Pengiriman Smartphone di 2026
Teknologi
Kecerdasan Buatan
25 Jan 2026
260 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Krisis chip memori diperkirakan akan berlanjut hingga 2026, mempengaruhi industri smartphone.
Produsen smartphone seperti Xiaomi dan Oppo harus memangkas target pengiriman karena kenaikan harga memori.
Permintaan untuk chip memori untuk teknologi kecerdasan buatan telah menggeser pasokan untuk penggunaan konvensional.
Industri smartphone global menghadapi tantangan serius menjelang tahun 2026 akibat krisis chip memori yang semakin memburuk. Micron Technology Inc., sebagai salah satu pemasok utama, mengungkapkan bahwa kelangkaan ini terjadi lebih cepat dari yang diperkirakan dan berpotensi bertahan lebih lama dari 2026. Lonjakan permintaan chip untuk teknologi AI menyerap sebagian besar kapasitas produksi chip memori kelas atas.
Akibatnya, produsen smartphone dan PC kesulitan mendapatkan pasokan memori untuk kebutuhan perangkat mereka. Hal ini menyebabkan kenaikan harga komponen dan mengganggu target produksi. Di China, perusahaan-perusahaan besar seperti Xiaomi, Oppo, dan Transsion sudah mulai memangkas target pengiriman smartphone mereka hingga sekitar 20% karena tekanan biaya yang meningkat.
Lembaga riset Counterpoint memproyeksikan bahwa pengiriman smartphone secara global akan menyusut sebesar 2,1% di tahun 2026. Produsen PC juga menghadapi masalah serupa akibat keterbatasan pasokan chip dan kenaikan biaya produksi yang membuat margin keuntungan lebih tipis. Sementara itu, tekanan terhadap daya beli konsumen akibat kenaikan harga perangkat menjadi ancaman nyata bagi produsen dan penjual.
Sementara industri smartphone mengalami kesulitan, perusahaan chip memori justru menikmati lonjakan performa bisnis. Saham perusahaan seperti Micron, SK Hynix, dan Samsung menguat sepanjang 2025 karena pesatnya permintaan chip untuk teknologi AI. Karena permintaan yang tinggi, kapasitas produksi untuk 2026 sudah habis terjual, sehingga Micron dan SK Hynix terus mempercepat ekspansi pabrik, termasuk investasi besar di Taiwan dan Amerika Serikat.
Kondisi ini menunjukkan ketidakseimbangan antara kebutuhan dunia teknologi AI dan kebutuhan konsumen umum pada perangkat elektronik. Jika tidak ada solusi cepat, krisis ini akan terus menekan harga dan volume produksi smartphone, mengganggu pasar global dan memaksa pelaku industri mencari cara baru untuk mengatasi tantangan ini.
Analisis Ahli
Manish Bhatia
Kekurangan chip memori saat ini belum pernah terjadi sebelumnya dan sebagian besar kapasitas kini digunakan untuk akselerator AI, membatasi pasokan untuk smartphone dan PC.Counterpoint Research
Krisis chip memori mendorong kenaikan biaya produksi dan membatasi volume produksi smartphone secara global hingga terjadi penurunan pengiriman.SK Hynix
Seluruh kapasitas produksi chip untuk tahun 2026 telah habis terjual sebagai dampak lonjakan permintaan teknologi AI.

