
Courtesy of TheVerge
Senator Warren Desak Google Jelaskan Integrasi Fitur Belanja AI Gemini
Menyoroti kekhawatiran privasi dan potensi manipulasi konsumen akibat integrasi fitur belanja di chatbot AI Gemini Google serta meminta transparansi terkait data apa yang dibagikan kepada pengecer dan bagaimana hal ini mempengaruhi harga dan rekomendasi produk.
04 Feb 2026, 19.00 WIB
187 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Elizabeth Warren mengkhawatirkan potensi penyalahgunaan data pengguna oleh Google dan retailer.
- Google berencana untuk mengintegrasikan fitur checkout dalam chatbot Gemini melalui Universal Commerce Protocol.
- Google diharapkan memberikan penjelasan lebih lanjut tentang bagaimana data pengguna akan digunakan dan dampaknya terhadap harga.
Amerika Serikat - Google berencana menambahkan fitur checkout pada chatbot AI mereka yang bernama Gemini. Fitur ini akan memungkinkan pengguna membeli produk secara langsung dalam chat, menggunakan standar yang disebut Universal Commerce Protocol (UCP), yang dikembangkan bersama dengan berbagai pengecer besar seperti Shopify dan Walmart.
Senator Elizabeth Warren mengirim surat kepada CEO Google, Sundar Pichai, meminta penjelasan lebih lanjut tentang bagaimana data pengguna akan digunakan dan dibagikan dalam fitur ini. Ia menyatakan kekhawatiran bahwa fitur ini bisa membuat data sensitif pengguna dieksploitasi oleh Google dan pengecer.
Warren juga menyoroti potensi manipulasi konsumen melalui upselling, yaitu strategi menjual produk premium dengan menggunakan data pribadi pengguna yang sudah terkumpul dari berbagai layanan Google. Ia mengkhawatirkan hal ini bisa memengaruhi harga dan pilihan produk yang ditampilkan kepada pengguna.
Google sudah mengakui akan menggunakan data sensitif tersebut untuk mendukung pengecer dalam menawarkan produk tambahan yang mungkin menarik bagi konsumen. Namun, Warren menekankan pentingnya transparansi, seperti memberi tahu pengguna saat rekomendasi produk dibuat berdasarkan tujuan upselling atau iklan.
Google diberikan tenggat waktu hingga 17 Februari untuk memberikan jawaban terkait pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Kasus ini menyoroti pentingnya pengaturan dan pengawasan yang ketat dalam penggunaan AI dan data pribadi oleh korporasi besar.
Referensi:
[1] https://theverge.com/news/873476/senator-elizabeth-warren-google-gemini-ai-shopping-privacy
[1] https://theverge.com/news/873476/senator-elizabeth-warren-google-gemini-ai-shopping-privacy
Analisis Ahli
Shoshana Zuboff
"Penggunaan data pribadi oleh perusahaan besar tanpa kontrol transparan adalah contoh dari dominasi kapitalisme pengawasan yang mengancam privasi dan otonomi konsumen."
Analisis Kami
"Langkah Google mengintegrasikan AI dengan transaksi e-commerce memang menjanjikan kemudahan, namun juga membuka celah risiko privasi yang nyata jika tidak diatur dengan ketat. Tekanan dari tokoh publik seperti Elizabeth Warren menunjukkan bahwa masyarakat mulai sadar dan menuntut transparansi yang lebih besar dari perusahaan teknologi besar."
Prediksi Kami
Google mungkin akan menghadapi tekanan regulasi dan pengawasan yang lebih ketat terkait privasi data dan praktik bisnisnya, khususnya dalam penggunaan AI untuk belanja online.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang menjadi kekhawatiran Elizabeth Warren terhadap fitur checkout di Gemini AI?A
Elizabeth Warren khawatir bahwa fitur checkout di Gemini AI dapat mengeksploitasi data pengguna dan memanipulasi konsumen untuk mengeluarkan lebih banyak uang.Q
Siapa yang mengembangkan Universal Commerce Protocol?A
Universal Commerce Protocol dikembangkan oleh Google bekerja sama dengan berbagai retailer seperti Shopify, Target, Walmart, Wayfair, dan Etsy.Q
Apa tujuan dari integrasi Gemini dengan retailer?A
Tujuan integrasi Gemini dengan retailer adalah untuk memudahkan pengguna dalam membeli produk secara langsung melalui chatbot.Q
Sampai kapan Google harus memberikan jawaban atas pertanyaan Warren?A
Google harus memberikan jawaban atas pertanyaan Warren sampai tanggal 17 Februari.Q
Apa yang dimaksud dengan 'produk premium' dalam konteks artikel ini?A
Produk premium merujuk pada opsi produk yang lebih mahal yang dapat ditawarkan kepada pengguna berdasarkan data dan perilaku belanja mereka.




