
Courtesy of CNBCIndonesia
Studi Baru Ungkap Populasi Perdesaan Dunia Lebih Besar dari Data Resmi
Mengungkap potensi ketidakakuratan data populasi global terutama di wilayah perdesaan dan menunjukkan kebutuhan perbaikan dalam metode penghitungan populasi manusia untuk kebijakan publik yang lebih tepat.
02 Feb 2026, 16.35 WIB
31 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Populasi perdesaan mungkin jauh lebih tinggi dari data resmi yang ada.
- Studi ini menunjukkan pentingnya evaluasi akurasi data populasi global.
- Kritik dari ahli lain menunjukkan perlunya penelitian lebih lanjut untuk memverifikasi temuan ini.
Jakarta, Indonesia - Sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh peneliti dari Aalto University membongkar dugaan bahwa populasi manusia di daerah perdesaan seluruh dunia jauh lebih besar dari yang tercatat dalam data resmi. Data populasi global selama ini mengandalkan sensus yang terbatas dan seringkali sulit dijangkau terutama di wilayah terpencil.
Peneliti utama Josias Lang-Ritter menggunakan data relokasi penduduk dari proyek bendungan sebagai sumber alternatif yang lebih akurat untuk menguji populasi di berbagai negara. Data ini menunjukkan bahwa populasi di perdesaan bisa lebih banyak hingga 53% sampai 84% dibandingkan perkiraan resmi.
Ketidakakuratan ini diduga karena keterbatasan sumber daya negara dalam melakukan sensus serta kesulitan mengakses daerah-daerah terpencil. Padahal, data sensus ini menjadi dasar penting untuk pengambilan keputusan dan perencanaan sumber daya di berbagai bidang.
Namun, pandangan ini mendapat kritik dari sejumlah pakar, seperti Stuart Gietel-Basten yang menyatakan bahwa klaim adanya kesalahan sebesar ini sangat kontroversial dan bertentangan dengan banyak data lain yang sudah terpercaya selama puluhan tahun.
Para ilmuwan sepakat bahwa penelitian lebih lanjut sangat diperlukan untuk memastikan sejauh mana data populasi global selama ini akurat atau tidak. Hasil ini diharapkan bisa mendorong perbaikan metode pengumpulan data demi menghasilkan kebijakan publik yang lebih tepat sasaran.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260202153137-37-707431/salah-hitung-jumlah-manusia-di-bumi-yang-sesungguhnya-diungkap
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260202153137-37-707431/salah-hitung-jumlah-manusia-di-bumi-yang-sesungguhnya-diungkap
Analisis Ahli
Stuart Gietel-Basten
"Meskipun pendataan populasi perdesaan perlu diperbaiki, klaim adanya miliaran penduduk yang tidak terhitung sangat tidak mungkin dan bertentangan dengan ribuan dataset lain yang telah ada."
Analisis Kami
"Penelitian ini menyoroti masalah mendasar dalam data penduduk global yang selama ini dianggap valid tanpa peninjauan ulang secara sistematis, sehingga dapat menyesatkan perencanaan kebijakan. Sangat penting bagi pemerintah dan lembaga riset untuk mengadopsi metode baru yang lebih akurat dan terbuka terhadap kritik demi mendapatkan data yang lebih representatif."
Prediksi Kami
Penelitian lanjutan dengan metode baru kemungkinan akan dilakukan untuk memperbaiki akurasi data populasi global, yang pada akhirnya dapat mengubah kebijakan pembangunan dan distribusi sumber daya, khususnya di daerah perdesaan.



