
Courtesy of CNBCIndonesia
CEO Nvidia Dorong Taiwan Tingkatkan Produksi Chip AI Hadapi Lonjakan Permintaan
Menyampaikan pentingnya peningkatan kapasitas produksi chip AI oleh pemasok utama di Taiwan untuk memenuhi lonjakan permintaan Nvidia dan mendukung pertumbuhan industri semikonduktor global.
02 Feb 2026, 15.25 WIB
231 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Permintaan chip AI diperkirakan akan terus meningkat hingga 2026.
- TSMC berperan penting dalam penyediaan produksi chip untuk Nvidia.
- Nvidia mencatatkan sejarah dengan valuasi pasar yang sangat tinggi dalam industri teknologi.
Taipei, Taiwan - CEO Nvidia, Jensen Huang, baru-baru ini mengunjungi kampung halamannya di Taiwan dan membawa pesan penting terkait lonjakan permintaan chip kecerdasan buatan (AI) di seluruh dunia. Ia secara terbuka meminta para pemasok chip utama di Taiwan, khususnya TSMC, untuk meningkatkan kapasitas produksi demi memenuhi kebutuhan Nvidia di tahun-tahun mendatang.
Huang menjelaskan bahwa permintaan wafer dan memori chip untuk komputasi AI sangat besar dan diprediksi terus meningkat hingga tahun 2026 dan seterusnya. TSMC, produsen chip terbesar dan tercanggih di dunia, diminta berupaya keras untuk meningkatkan kapasitas produksi, dengan rencana belanja modal mencapai Rp 935.20 triliun (US$56 miliar) selama tahun ini.
Nvidia memproyeksikan bahwa kapasitas produksi TSMC akan lebih dari dua kali lipat dalam 10 tahun ke depan. Ini sejalan dengan ekspansi besar-besaran yang direncanakan di industri semikonduktor global, didorong oleh revolusi dan permintaan AI yang terus naik drastis di berbagai sektor.
Selain fokus pada wafer, Huang juga mengungkap kekhawatiran akan ketatnya pasokan chip memori, komponen vital untuk performa komputasi AI. Ia mengingatkan bahwa seluruh rantai pasok semikonduktor dunia akan menghadapi tantangan berat akibat lonjakan permintaan yang sangat cepat ini.
Kunjungan Huang disambut hangat di Taiwan, bahkan ia mendapat julukan 'ayah rakyat' dan dukungan dari berbagai eksekutif teknologi seperti Chairmain Foxconn. Nvidia sendiri berhasil mencatat valuasi pasar lebih dari Rp 83.50 quadriliun (US$5 triliun) , menegaskan dominasinya dalam transformasi teknologi AI global.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260202143139-37-707403/manusia-rp2700-triliun-pulang-kampung-dipanggil-ayah-oleh-warga
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260202143139-37-707403/manusia-rp2700-triliun-pulang-kampung-dipanggil-ayah-oleh-warga
Analisis Ahli
Dr. Michael Chen, Profesor Teknik Elektro
"Investasi besar TSMC memang krusial untuk memenuhi permintaan AI, tetapi fokus juga harus diarahkan ke pengembangan teknologi chip memori agar rantai pasok tidak mudah terputus di masa depan."
Analisis Kami
"Lonjakan permintaan chip AI yang dipimpin Nvidia jelas menegaskan Taiwan sebagai tulang punggung industri teknologi dunia, terutama TSMC yang jadi kunci utama. Namun, tekanan besar pada rantai pasok chip memori bisa jadi penghambat jika tidak ada inovasi atau diversifikasi produksi cepat, sehingga risiko kekurangan global tetap mengintai."
Prediksi Kami
Investasi besar-besaran dan peningkatan kapasitas produksi chip di Taiwan akan terus berlanjut dalam dekade mendatang untuk memenuhi kebutuhan AI global yang makin pesat, sekaligus memperkuat posisi Taiwan sebagai pusat industri semikonduktor dunia.
Pertanyaan Terkait
Q
Siapa CEO Nvidia yang baru saja mengunjungi Taiwan?A
CEO Nvidia yang mengunjungi Taiwan adalah Jensen Huang.Q
Apa yang diminta Jensen Huang dari TSMC selama kunjungannya?A
Jensen Huang meminta TSMC untuk meningkatkan kapasitas produksi wafer.Q
Mengapa permintaan chip AI Nvidia meningkat pesat?A
Permintaan chip AI Nvidia meningkat pesat karena lonjakan penggunaan kecerdasan buatan secara global.Q
Apa yang dikatakan Jensen Huang tentang pentingnya Taiwan bagi Nvidia?A
Jensen Huang menyatakan bahwa Nvidia tidak akan ada tanpa Taiwan dan mengagumi teknologi serta budaya perusahaan di sana.Q
Berapa estimasi belanja modal TSMC tahun ini?A
Estimasi belanja modal TSMC tahun ini bisa melonjak hingga 37% menjadi US$56 miliar.


