AI summary
Jensen Huang memuji Donald Trump atas kontribusinya dalam sektor teknologi dan manufaktur. Nvidia berencana membangun superkomputer baru sebagai hasil dari kemitraan dengan Departemen Energi AS. Chip Blackwell yang inovatif merupakan langkah penting bagi industri teknologi di Amerika Serikat. CEO Nvidia, Jensen Huang, dalam konferensi tahunan AI perusahaannya memuji Presiden AS Donald Trump atas peran pentingnya dalam memperkuat sektor teknologi dan mendorong kebangkitan industri manufaktur di Amerika Serikat. Huang menegaskan bahwa tanpa kebijakan ini, AS bisa tertinggal dalam kompetisi global AI.Nvidia, yang kini memiliki valuasi sebesar 4 triliun dolar AS, telah mendapat manfaat besar dari kebijakan pemerintahan Trump, terutama dalam pengembangan teknologi AI dan energi. Perusahaan ini juga berhasil mendapatkan izin untuk menjual chip berdaya tinggi ke pasar China, meski belum meneruskan bisnis di sana.Dalam pidatonya, Huang mengalihkan fokus dari teknis teknologi ke peran penting politik dan kebijakan pemerintah. Ia menunjukkan kedekatan dengan pemerintahan Trump termasuk menghadiri berbagai acara makan malam dan kunjungan kenegaraan, serta menutup dengan slogan kampanye 'Membuat Amerika Hebat Kembali'.Selain itu, Huang mengumumkan kemitraan baru Nvidia dengan Departemen Energi AS untuk membangun tujuh superkomputer baru menggunakan 100.000 chip NVIDIA Blackwell, chip tercanggih yang sepenuhnya dibuat di AS. Proyek ini juga melibatkan kerja sama dengan Oracle dan menjadi bagian dari dukungan pemerintahan Trump terhadap riset teknologi tinggi.Kemitraan ini menunjukkan sinergi antara Nvidia dan pemerintah AS dalam memperkuat posisi negara tersebut dalam bidang AI dan teknologi tinggi, sekaligus menandai keberhasilan kebijakan nasional yang mendorong inovasi, pengembangan manufaktur, dan riset ilmiah.
Jensen Huang secara strategis memanfaatkan platform konferensi untuk memperkuat hubungan politik dan menunjukkan pentingnya dukungan pemerintah dalam perkembangan teknologi tinggi seperti AI. Pendekatan ini juga mengindikasikan bahwa masa depan teknologi canggih sangat bergantung pada sinergi antara perusahaan besar dan kebijakan nasional, bukan hanya inovasi teknis semata.