Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Komentar Kritikus Di Media Sosial Bisa Jadi Peringatan Awal Artikel Ilmiah Bermasalah

Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
News Publisher
29 Jan 2026
1476 dibaca
2 menit
Komentar Kritikus Di Media Sosial Bisa Jadi Peringatan Awal Artikel Ilmiah Bermasalah

TLDR

Komentar di media sosial bisa membantu mengidentifikasi artikel yang bermasalah sebelum penarikan resmi.
Sentimen negatif dan penggunaan kata-kata 'red flag' di media sosial berhubungan dengan percepatan penarikan artikel.
Penerbit perlu memiliki sistem untuk memverifikasi dan mengontekstualisasikan kritik di media sosial sebelum mengambil tindakan.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa komentar di media sosial seperti X yang kritis terhadap sebuah artikel ilmiah bisa menjadi sinyal awal adanya masalah dalam penelitian tersebut. Studi ini menemukan bahwa sejumlah artikel yang akhirnya ditarik publikasinya sudah mendapatkan perhatian kritis di platform tersebut jauh sebelum penarikan resmi dilakukan.Er-Te Zheng dan timnya mengamati ribuan tweet yang membahas artikel yang kemudian diretrak dan tidak diretrak. Mereka mendapati bahwa sekitar 8,3% artikel yang diretrak sudah mendapat kritik langsung di X, jauh lebih tinggi dibandingkan hanya 1,5% pada artikel yang tetap bertahan.Selain itu, analisis lain oleh Hajar Sotudeh mengungkapkan bahwa penggunaan kata-kata seperti fraud, retract, hoax, dan flawed dalam tweet ternyata membuat proses penarikan artikel lebih cepat. Tweet yang panjang juga berpengaruh mempercepat retraction, terutama bila mengandung kata-kata peringatan tersebut.Para ahli menekankan bahwa komentar di media sosial bisa membantu mengidentifikasi kesalahan yang tidak terdeteksi oleh peer review tradisional. Namun, belum ada pedoman resmi bagi penerbit bagaimana cara menggunakan kritik tersebut untuk keputusan editorial yang adil dan terpercaya.Kedepannya, diperlukan sistem yang mampu menyaring, memverifikasi, dan mengkontekstualisasikan komentar di media sosial agar penerbit dapat memberikan respon yang tepat terhadap kritik yang ada, tanpa dipengaruhi oleh bias pribadi atau opini yang tidak berdasar.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.