Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Komentar Kritis di Media Sosial Bisa Jadi Tanda Awal Artikel Ilmiah Bermasalah

Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
NatureMagazine NatureMagazine
29 Jan 2026
52 dibaca
2 menit
Komentar Kritis di Media Sosial Bisa Jadi Tanda Awal Artikel Ilmiah Bermasalah

Rangkuman 15 Detik

Media sosial dapat berfungsi sebagai alat untuk mendeteksi kesalahan dalam penelitian.
Kritik yang muncul di media sosial dapat menjadi indikator awal untuk penarikan artikel.
Penerbit perlu mengembangkan sistem untuk menilai dan mengonfirmasi klaim yang dibuat di media sosial sebelum mengambil tindakan.
Beberapa studi menunjukkan bahwa artikel ilmiah yang bermasalah sering mendapat perhatian besar di media sosial sebelum secara resmi ditarik oleh penerbit. Para peneliti ingin mengetahui apakah komentar kritis di platform seperti X bisa memperingatkan adanya masalah sebelum keputusan penarikan dibuat. Penelitian oleh Er-Te Zheng dan timnya menemukan bahwa sekitar 8,3% dari 604 artikel yang akhirnya ditarik memiliki setidaknya satu postingan kritis di X sebelum penarikan. Sedangkan hanya 1,5% komentar kritis ditemukan pada artikel yang tidak ditarik. Studi lain oleh Hajar Sotudeh menemukan bahwa tweet dengan sentimen negatif dan kata-kata khusus seperti 'fraud' dan 'retract' terkait dengan artikel yang cenderung ditarik lebih cepat. Tweet yang lebih panjang juga berhubungan dengan proses penarikan yang lebih cepat. Meskipun demikian, hingga kini belum ada bukti bahwa kritik di media sosial menjadi penyebab langsung penarikan artikel. Para ahli menyebutkan bahwa media sosial adalah ruang penting untuk kritik pasca-publikasi, tapi perlu adanya sistem penyaringan agar klaim yang belum terverifikasi tidak memengaruhi keputusan penerbit secara negatif. Para peneliti dan penerbit kini semakin memperhatikan komentar di media sosial sebagai bagian dari evaluasi ilmiah, namun mereka juga mengingatkan perlunya panduan khusus agar kritik tersebut bisa digunakan secara efektif dan adil.

Analisis Ahli

Virginia Barbour
Komentar pasca publikasi sangat penting karena peer review tradisional tidak selalu mampu menangkap kesalahan atau kecurangan. Media sosial menyediakan ruang untuk kritik yang bisa meningkatkan kualitas riset.
Hajar Sotudeh
Meski ada korelasi antara postingan negatif dan percepatan penarikan, belum ada bukti langsung bahwa kritikan di media sosial menyebabkan penarikan. Penerbit perlu sistem yang dapat menyeleksi dan memverifikasi klaim dengan tepat.