Komentar Kritis di Media Sosial Bisa Jadi Tanda Awal Artikel Ilmiah Bermasalah
Courtesy of NatureMagazine

Komentar Kritis di Media Sosial Bisa Jadi Tanda Awal Artikel Ilmiah Bermasalah

Untuk menunjukkan bahwa komentar kritis di media sosial bisa menjadi tanda awal dalam mengidentifikasi artikel ilmiah bermasalah dan membantu penerbit memutuskan apakah perlu melakukan peninjauan lebih lanjut atau menarik artikel tersebut.

29 Jan 2026, 07.00 WIB
155 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Media sosial dapat berfungsi sebagai alat untuk mendeteksi kesalahan dalam penelitian.
  • Kritik yang muncul di media sosial dapat menjadi indikator awal untuk penarikan artikel.
  • Penerbit perlu mengembangkan sistem untuk menilai dan mengonfirmasi klaim yang dibuat di media sosial sebelum mengambil tindakan.
Sheffield, Inggris; Shiraz, Iran; Brisbane, Australia - Beberapa studi menunjukkan bahwa artikel ilmiah yang bermasalah sering mendapat perhatian besar di media sosial sebelum secara resmi ditarik oleh penerbit. Para peneliti ingin mengetahui apakah komentar kritis di platform seperti X bisa memperingatkan adanya masalah sebelum keputusan penarikan dibuat.
Penelitian oleh Er-Te Zheng dan timnya menemukan bahwa sekitar 8,3% dari 604 artikel yang akhirnya ditarik memiliki setidaknya satu postingan kritis di X sebelum penarikan. Sedangkan hanya 1,5% komentar kritis ditemukan pada artikel yang tidak ditarik.
Studi lain oleh Hajar Sotudeh menemukan bahwa tweet dengan sentimen negatif dan kata-kata khusus seperti 'fraud' dan 'retract' terkait dengan artikel yang cenderung ditarik lebih cepat. Tweet yang lebih panjang juga berhubungan dengan proses penarikan yang lebih cepat.
Meskipun demikian, hingga kini belum ada bukti bahwa kritik di media sosial menjadi penyebab langsung penarikan artikel. Para ahli menyebutkan bahwa media sosial adalah ruang penting untuk kritik pasca-publikasi, tapi perlu adanya sistem penyaringan agar klaim yang belum terverifikasi tidak memengaruhi keputusan penerbit secara negatif.
Para peneliti dan penerbit kini semakin memperhatikan komentar di media sosial sebagai bagian dari evaluasi ilmiah, namun mereka juga mengingatkan perlunya panduan khusus agar kritik tersebut bisa digunakan secara efektif dan adil.
Referensi:
[1] https://nature.com/articles/d41586-025-04146-6

Analisis Ahli

Virginia Barbour
"Komentar pasca publikasi sangat penting karena peer review tradisional tidak selalu mampu menangkap kesalahan atau kecurangan. Media sosial menyediakan ruang untuk kritik yang bisa meningkatkan kualitas riset."
Hajar Sotudeh
"Meski ada korelasi antara postingan negatif dan percepatan penarikan, belum ada bukti langsung bahwa kritikan di media sosial menyebabkan penarikan. Penerbit perlu sistem yang dapat menyeleksi dan memverifikasi klaim dengan tepat."

Analisis Kami

"Media sosial telah menjadi barometer penting untuk mengetahui masalah dalam riset ilmiah, tetapi keterbukaan akan juga memicu bias dan misinformasi jika tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, integrasi teknologi screening dan verifikasi fakta dalam sistem editorial sangat dibutuhkan agar tekanan sosial tidak mengganggu proses ilmiah yang objektif."

Prediksi Kami

Di masa depan, penerbit jurnal ilmiah kemungkinan akan mengembangkan sistem khusus yang memanfaatkan analisis komentar kritik di media sosial sebagai alat bantu dalam proses evaluasi dan penarikan artikel bermasalah secara lebih cepat dan efisien.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang ditemukan dalam studi mengenai kritik di media sosial terhadap penelitian?
A
Studi menemukan bahwa posting yang kritis di media sosial dapat menjadi tanda peringatan awal terhadap artikel yang bermasalah.
Q
Bagaimana media sosial dapat membantu dalam mengidentifikasi kesalahan penelitian?
A
Media sosial dapat membantu mengidentifikasi artikel yang berpotensi bermasalah sebelum mereka ditarik dari publikasi.
Q
Apa peran Er-Te Zheng dalam penelitian ini?
A
Er-Te Zheng adalah mahasiswa PhD yang mempelajari bagaimana platform media sosial dapat digunakan untuk mendeteksi isu integritas dalam artikel.
Q
Apa yang dijelaskan oleh Hajar Sotudeh tentang sentimen negatif di media sosial?
A
Hajar Sotudeh menjelaskan bahwa sentimen negatif dan penggunaan istilah 'bendera merah' di media sosial dikaitkan dengan risiko yang lebih tinggi untuk penarikan artikel.
Q
Mengapa penting untuk memperhatikan komentar pasca-publikasi?
A
Komentar pasca-publikasi penting karena tinjauan sejawat konvensional sering kali tidak dapat mendeteksi kesalahan atau penipuan.