Apakah Perempuan Lebih Hati-Hati dalam Penelitian dan Menghindari Risiko?
Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
19 Nov 2025
227 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Perempuan memiliki representasi yang lebih rendah dalam penarikan artikel dibandingkan dengan laki-laki.
Perempuan mungkin lebih berhati-hati dan kurang terpapar pada tanggung jawab yang berisiko di akademik.
Data penarikan dapat menjadi alat yang berguna untuk memahami dinamika gender dalam penelitian.
Penelitian ini mempelajari perbedaan antara penulis pria dan wanita dalam konteks artikel yang diretrak dari jurnal ilmiah. Ditemukan bahwa nama perempuan jarang muncul sebagai penulis utama atau terakhir pada makalah yang mengalami rektraksi dibandingkan dengan proporsi mereka pada semua artikel.
Hasil tersebut mengundang pertanyaan tentang apakah perempuan secara alami lebih berhati-hati dalam penelitiannya atau cenderung menghindari risiko yang dapat mengakibatkan karya mereka ditarik dari publikasi.
Namun, interpretasi hasil tersebut tidak sederhana karena alat pendeteksi gender yang digunakan memiliki keterbatasan, terutama dalam mengenali nama non-Barat dan identitas non-biner. Meski demikian, pengecekan manual memberikan hasil valid sesuai prediksi awal.
Ada dugaan bahwa ketidakseimbangan ini disebabkan oleh perempuan yang masih kurang terwakili dalam posisi senior dan pimpin proyek penelitian besar, sehingga mereka tidak terlalu sering menghadapi risiko yang terkait dengan rektraksi.
Studi ini menarik perhatian pada perlunya mendalami diskusi tentang peran gender, tanggung jawab, dan kerentanan terhadap kesalahan dalam dunia akademik agar sains bisa menjadi lebih bersih dan bertanggung jawab.
Analisis Ahli
Curt Rice
Studi ini kreatif dan kuat, memberikan wawasan penting tentang negosiasi hak kepengarangan dan tingkat pengawasan terhadap penelitian yang memiliki risiko rektraksi.

