Karyawan Meta Diduga Bisa Intip Chat WhatsApp Meskipun Dikatakan Terenkripsi
Courtesy of CNBCIndonesia

Karyawan Meta Diduga Bisa Intip Chat WhatsApp Meskipun Dikatakan Terenkripsi

Mengungkap dugaan pelanggaran privasi oleh Meta Platforms terkait akses karyawan terhadap chat WhatsApp yang seharusnya terenkripsi secara penuh, agar publik dan pengguna bisa waspada serta memahami risiko yang mungkin terjadi pada data pribadi mereka.

30 Jan 2026, 14.20 WIB
155 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Dugaan bahwa karyawan Meta dapat mengakses chat WhatsApp bertentangan dengan klaim privasi perusahaan.
  • Penyelidikan oleh Kementerian Perdagangan AS menunjukkan adanya kekhawatiran tentang privasi pengguna.
  • Meta menegaskan bahwa akses ke komunikasi terenkripsi tidak mungkin dilakukan oleh karyawan mereka.
Jakarta, Indonesia - Meta Platforms tengah diselidiki oleh penegak hukum Amerika Serikat terkait tuduhan bahwa karyawan mereka dapat mengakses isi chat WhatsApp pengguna, yang selama ini dianggap bersifat privat dan terenkripsi. Tuduhan ini muncul dari mantan kontraktor yang bekerja untuk Meta.
WhatsApp, milik Meta, selama ini dipasarkan sebagai aplikasi pesan singkat yang menggunakan enkripsi ujung-ke-ujung, yang diklaim membuat isi pesan tidak bisa diakses oleh siapa pun, bahkan perusahaan itu sendiri. Namun, klaim ini kini dipertanyakan karena adanya pengakuan akses oleh karyawan.
Laporan dari Bloomberg News mengungkap isi wawancara dengan agen penegak hukum dan mantan kontraktor Meta yang menyebut bahwa mereka dan beberapa karyawan perusahaan memiliki akses tanpa batas ke chat WhatsApp pengguna.
Meta membantah tuduhan tersebut dan juru bicaranya menyatakan bahwa skenario tersebut tidak mungkin terjadi karena sistem enkripsi yang kuat di WhatsApp. Namun, moderator konten yang bekerja melalui Accenture mengaku memiliki akses ke data yang seharusnya privat.
Kasus ini menimbulkan risiko besar bagi reputasi Meta dan bisa memicu regulasi lebih ketat terkait privasi digital. Penyelidikan yang berlangsung ini akan menentukan bagaimana perlindungan data pengguna dijaga oleh perusahaan besar di masa depan.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260130125818-37-706687/isi-chat-whatsapp-pengguna-bisa-diintip-orang-lain-pengakuan-ordal

Analisis Ahli

Bruce Schneier (pakar keamanan siber)
"Kasus ini menyoroti masalah klasik dalam layanan yang mengklaim enkripsi end-to-end tapi mengizinkan akses internal untuk moderasi atau alasan lain; ini menunjukkan perlunya transparansi dan mekanisme audit yang lebih ketat."
Eva Galperin (Direktur Keamanan Cyber di EFF)
"Bila benar karyawan Meta dapat mengakses pesan WhatsApp, maka ini bukan hanya kesalahan teknis tapi pelanggaran serius atas hak privasi pengguna yang harus mendapatkan perhatian hukum dan publik."

Analisis Kami

"Jika klaim ini benar, maka reputasi Meta dalam menjaga privasi pengguna akan sangat tercoreng, terutama mengingat WhatsApp dipasarkan sebagai aplikasi dengan privasi tinggi. Dugaan pelanggaran ini juga menunjukkan bahwa enkripsi ujung-ke-ujung mungkin masih memiliki celah yang harus diperbaiki secara serius oleh perusahaan teknologi."

Prediksi Kami

Penyelidikan resmi bisa berujung pada denda besar bagi Meta dan peningkatan regulasi privasi data, sementara kepercayaan pengguna terhadap WhatsApp mungkin menurun jika klaim tersebut terbukti benar.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa dugaan yang sedang diselidiki terkait WhatsApp dan Meta Platforms?
A
Dugaan yang sedang diselidiki adalah bahwa karyawan Meta dapat mengakses chat WhatsApp pengguna meskipun layanan tersebut diklaim bersifat pribadi dan terenkripsi.
Q
Siapa yang mengklaim bahwa karyawan Meta bisa mengakses chat WhatsApp?
A
Klaim tersebut diajukan oleh mantan kontraktor Meta dan beberapa karyawan Meta lainnya.
Q
Apa yang dijelaskan WhatsApp tentang enkripsi ujung-ke-ujung?
A
WhatsApp menjelaskan bahwa enkripsi ujung-ke-ujung berarti tidak ada pihak luar yang dapat melihat chat, termasuk WhatsApp sendiri.
Q
Apa tanggapan Meta terhadap klaim yang diajukan oleh mantan kontraktor?
A
Meta menyebut bahwa klaim tersebut tidak mungkin terjadi karena karyawan dan kontraktornya tidak dapat mengakses komunikasi terenkripsi milik orang lain.
Q
Apa yang terjadi pada saham Meta setelah berita ini muncul?
A
Saham Meta anjlok sekitar 1% dalam perdagangan lanjutan setelah berita ini muncul.