Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Pavel Durov Kritik Keras Keamanan WhatsApp, Ungkap Celah Berbahaya 2026

Teknologi
Keamanan Siber
cyber-security (2mo ago) cyber-security (2mo ago)
29 Jan 2026
129 dibaca
2 menit
Pavel Durov Kritik Keras Keamanan WhatsApp, Ungkap Celah Berbahaya 2026

Rangkuman 15 Detik

Pavel Durov mengkritik WhatsApp karena dianggap tidak aman.
WhatsApp menghadapi gugatan terkait klaim privasi yang menyesatkan.
Kerentanan yang ditemukan di WhatsApp menunjukkan masalah keamanan yang serius.
Pavel Durov, pendiri Telegram, baru-baru ini mengkritik aplikasi WhatsApp dengan tajam. Ia menyatakan bahwa orang yang masih percaya WhatsApp benar-benar aman di tahun 2026 adalah sangat bodoh. Kritik ini disampaikannya melalui akun media sosial pribadinya, setelah melakukan analisis mendalam pada cara WhatsApp menerapkan enkripsinya. Dalam analisis tersebut, Durov menemukan banyak celah keamanan yang bisa dimanfaatkan peretas untuk mengakses isi percakapan pengguna. Kritik ini muncul bersamaan dengan gugatan terhadap Meta, perusahaan induk WhatsApp, yang dituduh membuat klaim menyesatkan terkait perlindungan privasi dan enkripsi ujung-ke-ujung pada platformnya. Gugatan tersebut menyebutkan bahwa WhatsApp sebenarnya dapat menyimpan dan mengakses hampir semua komunikasi pribadi, bertolak belakang dengan klaim Meta yang menyatakan hanya pengguna yang dapat mengetahui isi percakapan. Meta sendiri membantah tuduhan tersebut dan menilai gugatan itu tidak berdasar. Setelah pernyataan Durov, proyek keamanan Google yang dikenal sebagai Project Zero juga mengungkap bahwa WhatsApp di Android memiliki kerentanan yang memungkinkan serangan melalui file media berbahaya yang diunduh secara otomatis. Kerentanan ini sudah dilaporkan ke Meta sejak September tahun lalu, namun perbaikan belum dilakukan secara maksimal. Meta mulai melakukan perbaikan pada Desember terakhir, tetapi belum memberikan pembaruan signifikan yang menutup celah tersebut. Hal ini menimbulkan kekhawatiran terkait keamanan pengguna WhatsApp, sehingga penting bagi pengguna untuk waspada dan mempertimbangkan alternatif yang lebih aman.

Analisis Ahli

Bruce Schneier
Perusahaan teknologi besar harus bertanggung jawab atas keamanan produk mereka. Jika menemukan celah, mereka wajib segera menanganinya secara serius dan terbuka kepada publik.
Eva Galperin
Serangan melalui media berbahaya yang diunduh otomatis adalah risiko serius bagi pengguna awam yang mengandalkan aplikasi besar seperti WhatsApp tanpa menyadari kerentanannya.