AI summary
Nvidia dituduh memberikan bantuan teknis kepada DeepSeek, yang berpotensi memperkuat militer China. DeepSeek berhasil mengembangkan model AI yang kompetitif dengan biaya lebih rendah dibandingkan dengan model AS. Tuduhan terhadap Nvidia menunjukkan ketegangan yang terus berlanjut antara AS dan China dalam hal teknologi dan keamanan nasional. Nvidia, perusahaan chip asal Amerika Serikat, dituduh membantu perusahaan AI China bernama DeepSeek dalam mengembangkan teknologi yang bisa memperkuat kemampuan militer Beijing. Tuduhan ini muncul dari surat yang dipimpin oleh anggota DPR AS John Moolenaar yang mengungkap adanya bantuan teknis dari Nvidia kepada DeepSeek.DeepSeek sendiri memperkenalkan model AI terbaru bernama R1 pada awal tahun 2025 yang diklaim mampu bersaing dengan model-model AI buatan AS dengan biaya lebih murah. Ini membuat Washington khawatir karena teknologi AI China semakin maju meskipun AS sudah melarang ekspor chip canggih ke China sejak 2023.John Moolenaar menjelaskan bahwa Nvidia membantu DeepSeek dengan desain bersama algoritma dan hardware yang membuat pelatihan model AI jadi lebih efisien. Media menyebut bahwa jumlah jam GPU yang dibutuhkan DeepSeek jauh lebih sedikit dibandingkan pengembang AI AS untuk model besar yang sekelas.Nvidia menanggapi tuduhan tersebut dengan menyatakan bahwa DeepSeek diperlakukan sebagai mitra bisnis biasa dan membantunya secara teknis sesuai standar. Mereka juga menolak klaim bahwa teknologi DeepSeek digunakan untuk kepentingan militer China. Sementara itu, China meminta AS tidak mempolitisasi isu perdagangan dan teknologi agar rantai pasok global tetap stabil.Kementerian Perdagangan AS dan DeepSeek belum memberikan komentar lebih lanjut. Kasus ini menimbulkan tanda tanya besar tentang efektivitas kontrol ekspor teknologi tinggi dan potensi persaingan teknologi yang semakin tajam antara AS dan China di masa depan.
Dugaan keterlibatan Nvidia dalam membantu DeepSeek membuka celah penting dalam kontrol ekspor teknologi tinggi yang selama ini dianggap efektif oleh AS. Ini menunjukkan bahwa perusahaan teknologi besar punya ruang untuk beroperasi di wilayah abu-abu, yang bisa mempercepat kemajuan teknologi AI China dan memperumit keamanan nasional AS.