Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Penelitian Baru Ungkap Reproduksi Hiu Epaulette Tidak Menguras Energi Seperti Diduga

Sains
Iklim dan Lingkungan
News Publisher
29 Jan 2026
100 dibaca
2 menit
Penelitian Baru Ungkap Reproduksi Hiu Epaulette Tidak Menguras Energi Seperti Diduga

TLDR

Penelitian ini menantang asumsi lama tentang biaya metabolisme reproduksi pada hiu.
Hiu epaulette dapat mengadopsi strategi pemuliaan yang lebih efisien dalam kondisi tertentu.
Ketahanan reproduksi hiu terhadap perubahan iklim dapat memiliki implikasi besar bagi ekosistem laut.
Reproduksi pada hewan sering kali dianggap sebagai proses yang sangat menguras energi, terutama bagi hiu yang berkembang biak lambat dan memberi investasi besar pada keturunannya. Namun, sebuah penelitian terbaru dari James Cook University menantang anggapan lama ini dengan mempelajari langsung energi yang digunakan hiu epaulette saat bertelur.Hiu epaulette adalah spesies hiu kecil yang terkenal karena kemampuannya berjalan di karang menggunakan siripnya. Peneliti mengukur penggunaan oksigen, sebagai indikasi pembakaran energi, pada lima hiu betina selama proses pembuatan telur dalam kondisi terkontrol. Hasilnya sangat mengejutkan karena tidak ada peningkatan metabolisme yang signifikan saat hiu bertelur.Selain pengukuran metabolisme, peneliti juga memantau hormon dan parameter darah terkait oksigen. Semua data menunjukkan stabilitas selama siklus reproduksi, kecuali lonjakan testosteron kecil di awal. Hal ini menunjukkan bahwa proses reproduksi hiu ini mungkin tidak sesulit yang kita kira dari segi energi.Penjelasan yang diajukan mencakup strategi pembiakan 'income breeding' dimana hiu menggunakan energi dari makanan harian yang stabil, berbeda dengan pengeluaran energi besar dalam waktu singkat. Juga, organ pembentuk telur yang kecil mungkin tidak menyebabkan lonjakan metabolisme besar dalam tubuh hiu secara keseluruhan.Temuan ini penting karena menunjukan bahwa beberapa spesies hiu bisa lebih tahan terhadap perubahan lingkungan seperti pemanasan lautan dibandingkan yang diperkirakan. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi bagaimana reproduksi hiu bereaksi terhadap suhu dan kondisi alami yang berubah-ubah.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.