Konservasi Hiu Silky: Kenapa Kawasan Laut Terlindungi Belum Cukup Melindungi Mereka
Courtesy of Forbes

Konservasi Hiu Silky: Kenapa Kawasan Laut Terlindungi Belum Cukup Melindungi Mereka

Mengungkap keterbatasan Marine Protected Areas (MPAs) dalam melindungi spesies laut yang berpindah-pindah, khususnya hiu silky, dan mengajak untuk memikirkan ulang strategi konservasi laut agar lebih dinamis dan adaptif.

21 Jan 2026, 11.01 WIB
176 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Perlindungan laut statis tidak cukup untuk spesies yang sangat mobile seperti hiu silky.
  • Kebijakan perikanan yang lebih baik diperlukan untuk melindungi spesies migrasi di luar area perlindungan.
  • Perlindungan efektif membutuhkan pemahaman yang lebih baik tentang perilaku dan habitat spesies yang dilindungi.
Galápagos, Ecuador - Marine Protected Areas (MPA) telah banyak digunakan sebagai solusi utama dalam konservasi laut dengan cara membatasi aktivitas penangkapan ikan dan melindungi keanekaragaman hayati di area tertentu. Di wilayah seperti Pasifik Tropis Timur, pemerintah telah membuat banyak MPA yang besar dan berambisi tinggi untuk menjaga ekosistem laut. Namun, ketika spesies yang dilindungi adalah hewan laut yang sangat mobile seperti hiu silky, keberhasilan MPA patut dipertanyakan.
Hiu silky merupakan predator laut yang suka berpindah-pindah dan menjelajah jarak jauh di lautan lepas. Dalam 30-40 tahun terakhir, jumlah hiu ini menurun drastis sekitar setengah dari populasi awal, terutama karena penangkapan ikan berlebih dan perdagangan sirip hiu yang masif. Sebuah studi yang menggunakan tag satelit pada 40 hiu silky mengungkap bahwa mereka menghabiskan hampir setengah waktunya di luar kawasan yang dilindungi.
Penelitian ini mengungkap bahwa hiu silky sering pindah ke laut lepas yang tidak terlindungi oleh MPA, sehingga mereka mudah tertangkap sebagai bycatch oleh kapal perikanan industri seperti longline dan purse-seine. Kawasan MPA seperti Galápagos Marine Reserve memang memberikan perlindungan parsial, tetapi tidak cukup untuk memastikan populasi hiu kembali pulih secara signifikan.
Para ahli menekankan bahwa pelestarian hiu silky memerlukan kombinasi antara MPA dengan regulasi perikanan yang ketat, pengendalian upaya penangkapan, dan pemantauan yang lebih baik di laut lepas. Mereka juga menyoroti perlunya pengembangan pendekatan konservasi yang adaptif dan mengikuti pergerakan hiu, termasuk kerja sama internasional dalam pengelolaan wilayah penangkapan ikan dan pelarangan bycatch.
Kesimpulannya, keberhasilan konservasi spesies laut migrasi seperti hiu silky tidak bisa hanya bergantung pada menandai satu area tertentu sebagai proteksi. Untuk mencegah kepunahan dan menjaga keseimbangan ekosistem laut, strategi konservasi harus lebih luwes, adaptif, dan mengubah cara kita memancing serta memperlakukan laut terbuka.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/melissacristinamarquez/2026/01/20/why-marine-protected-areas-are-failing-silky-sharks/

Analisis Ahli

Dr. Jeremy Vaudo
"MPAs saat ini tidak cukup efektif untuk melindungi hiu silky karena mereka menghabiskan hampir setengah waktunya di luar area yang dilindungi, sehingga regulasi perikanan dan pengawasan di wilayah laut lepas sangat penting."
Dr. Pelayo Salinas de León
"Jaringan MPAs harus dilengkapi dengan kebijakan perikanan yang mengelola armada perikanan industri secara berkelanjutan untuk mencegah penurunan populasi hiu silky di seluruh kawasan."

Analisis Kami

"Strategi konservasi laut yang hanya mengandalkan penetapan kawasan perlindungan statis sudah ketinggalan zaman ketika berhadapan dengan spesies yang sangat mobile seperti hiu silky. Kita harus merancang sistem konservasi yang fleksibel dan berbasis kolaborasi internasional untuk mengelola perikanan serta mengurangi risiko di seluruh habitat migrasi mereka."

Prediksi Kami

Jika konservasi laut tetap bergantung pada area proteksi statis saja tanpa pengelolaan perikanan yang efektif dan pendekatan adaptif, maka populasi hiu silky dan predator laut migrasi lainnya kemungkinan akan terus menurun, berpotensi mengancam kelestarian ekosistem laut yang lebih luas.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang menjadi fokus utama penelitian tentang hiu silky?
A
Fokus utama penelitian adalah untuk memahami seberapa baik area perlindungan laut melindungi hiu silky di Pasifik Timur.
Q
Mengapa area perlindungan laut (MPA) dianggap tidak cukup untuk melindungi hiu silky?
A
MPA dianggap tidak cukup karena hiu silky menghabiskan hampir setengah waktunya di luar area perlindungan, terpapar pada ancaman penangkapan ikan.
Q
Apa yang ditemukan tentang pergerakan hiu silky di kawasan Galapagos?
A
Hiu silky menghabiskan sekitar 47 persen dari waktu mereka di dalam Galapagos Marine Reserve, tetapi sebagian besar waktu mereka dihabiskan di luar kawasan yang dilindungi.
Q
Apa yang disarankan untuk meningkatkan perlindungan untuk hiu silky?
A
Disarankan untuk melengkapi MPA dengan kebijakan perikanan yang mengatur armada perikanan secara berkelanjutan dan meningkatkan pemantauan di lautan lepas.
Q
Mengapa perlindungan untuk spesies migrasi menjadi tantangan dalam konservasi?
A
Perlindungan untuk spesies migrasi menjadi tantangan karena mereka bergerak melintasi batas-batas yang tidak terdefinisi dengan jelas dalam kebijakan perlindungan.