TLDR
Hiu Greenland berfungsi sebagai indikator kesehatan ekosistem laut Arktik. Kualitas air di daerah terpencil seperti Kulusuk dipengaruhi oleh polutan dari aktivitas manusia. Meskipun saat ini tidak ada ancaman langsung terhadap keamanan pangan, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami dampak jangka panjang kontaminasi. Hiu Greenland adalah makhluk laut yang menarik dengan panjang sampai 7 meter dan umur yang bisa melewati 400 tahun, menjadikannya saksi bisu perubahan lingkungan selama berabad-abad. Mereka hidup di perairan dingin Arktik dan merupakan predator puncak yang berperan sebagai indikator kesehatan ekosistem laut tersebut.Sebuah studi terbaru di pulau Kulusuk, Greenland tenggara, mengungkapkan adanya kandungan polutan seperti arsenik dan seng dalam konsentrasi tinggi pada jaringan kulit hiu Greenland. Ini mengindikasikan bahwa polusi yang berasal dari aktivitas manusia seperti penambangan dan pelayaran sudah menembus wilayah laut ini.Para peneliti menemukan perbedaan tingkat dan pola akumulasi logam berat antara hiu jantan dan betina, yang mungkin disebabkan oleh perbedaan habitat, makanannya, maupun faktor hormonal. Kulit hiu dengan dentikel yang kasar juga berfungsi sebagai tempat penumpukan zat berbahaya langsung dari lingkungan sekitar.Meskipun polutan berbahaya seperti kadmium dan timbal terdeteksi pada otot hiu — bagian yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat setempat — kadar mereka masih di bawah batas yang dianggap berbahaya oleh standar Eropa. Namun, kondisi ini perlu pemantauan terus menerus karena potensi peningkatan polusi di masa depan.Penelitian ini penting untuk memahami bagaimana aktivitas manusia memengaruhi wilayah Arktik yang selama ini dianggap relatif bersih. Hiu Greenland berfungsi sebagai 'alarm ekologis' yang membantu mengetahui kondisi lingkungan, serta membuka diskusi tentang perlunya pengelolaan yang lebih baik demi kesehatan laut dan komunitas lokal.