Bagaimana AI Mengubah Cara Pelatihan dan Penempatan Kerja di Amerika
Courtesy of Forbes

Bagaimana AI Mengubah Cara Pelatihan dan Penempatan Kerja di Amerika

Menjelaskan bagaimana tenaga kerja dan sistem pelatihan pekerjaan di Amerika menanggapi dampak AI terhadap pekerjaan yang berubah, dengan fokus pada peningkatan keterampilan jangka pendek daripada perubahan karir besar-besaran, sekaligus menggambarkan adaptasi sistem tenaga kerja melalui penggunaan AI untuk meningkatkan layanan dan akuntabilitas.

28 Jan 2026, 21.37 WIB
165 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Kecerdasan buatan mengubah keterampilan yang diperlukan tanpa menghilangkan pekerjaan secara keseluruhan.
  • Peningkatan keterampilan jangka pendek menjadi penting untuk membantu pekerja beradaptasi dengan perubahan teknologi.
  • Sistem tenaga kerja harus responsif terhadap perubahan pasar dan menggunakan data untuk meningkatkan hasil pelatihan dan penempatan.
California, Amerika Serikat - Sistem tenaga kerja Amerika sedang menghadapi tantangan besar akibat adopsi cepat teknologi kecerdasan buatan (AI) yang merubah cara pekerjaan dilakukan dan keterampilan yang dibutuhkan. Dalam sejarahnya, teknologi baru pernah membuat beberapa jenis pekerjaan usang, namun selalu muncul pekerjaan dan lapangan baru yang menggantikan. Kini AI mendorong kebutuhan perubahan serupa, tetapi dengan pola yang lebih kompleks dan cepat.
Berbagai organisasi andalan dalam sistem pelatihan kerja di Amerika Serikat mulai merespon AI dengan mengembangkan pelatihan yang berfokus pada peningkatan keterampilan jangka pendek untuk membantu pekerja menyesuaikan diri dengan perubahan peran mereka, bukan mengharuskan mereka untuk beralih karir total. Pelatihan ini disesuaikan berdasarkan informasi langsung dari perusahaan maupun analisis pasar tenaga kerja.
Selain itu, AI juga dimanfaatkan dalam sistem pengelolaan pelatihan dan penempatan kerja sendiri, membantu melacak hasil secara lebih tepat dan mengurangi beban administrasi. Pendanaan program pelatihan bergeser dari model berbasis layanan ke model berbasis hasil, dengan pembayaran tergantung pada keberhasilan penempatan dan retensi kerja peserta pelatihan.
Di tingkat lokal, misalnya di California, hampir semua dewan tenaga kerja menggunakan AI untuk meningkatkan layanan kepada pencari kerja dan pengusaha. Case manager menggunakan AI untuk secara cepat menyesuaikan resume dan persiapan wawancara agar cocok dengan kebutuhan spesifik tiap lowongan, sehingga mempercepat proses pencarian kerja dan meningkatkan peluang keberhasilan.
Meskipun ada dua narasi yang bersaing—antara optimisme bahwa AI akan menciptakan lebih banyak pekerjaan dari yang hilang dan kekhawatiran berlebih tentang kehilangan pekerjaan massal—sejauh ini yang dapat dipastikan adalah AI memberikan peluang dan tantangan besar dalam dunia pekerjaan. Penanganan tepat dari sistem tenaga kerja akan menentukan sejauh mana masyarakat dapat memanfaatkan transformasi ini.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/michaelbernick/2026/01/28/the-typewriter-repair-class-ai-and-the-next-stage-of-jobs/

Analisis Ahli

Matt Sigelman
"AI mengubah jenis keterampilan yang dibutuhkan dalam pekerjaan lama sehingga pelatihan jangka pendek dan tepat sasaran menjadi kunci untuk adaptasi tenaga kerja."
Jake Segal
"AI akan mempercepat penerapan model pendanaan berbasis hasil dengan mengatasi masalah pengumpulan data dan pelacakan outcome yang selama ini menjadi kendala."
John Colborn
"Pendanaan berorientasi hasil seperti pay-for-success grant akan memastikan sumber daya digunakan pada program pelatihan yang benar-benar menghasilkan penempatan kerja nyata."

Analisis Kami

"AI tidak hanya menghilangkan pekerjaan, tetapi terutama mengubah cara pekerjaan dilakukan, menuntut tenaga kerja yang lebih adaptif dan pembelajaran seumur hidup. Jika sistem tenaga kerja gagal melakukan respon cepat dan tepat, risiko ketimpangan keterampilan dan pengangguran struktural akan meningkat."

Prediksi Kami

Dalam beberapa tahun ke depan, AI akan semakin mengintegrasi ke dalam berbagai sektor pekerjaan, menyebabkan kebutuhan pelatihan dan peningkatan keterampilan yang dinamis dan berkelanjutan, serta memperkuat peran sistem tenaga kerja dalam mengarahkan pelatihan berbasis kebutuhan pasar nyata.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa dampak utama kecerdasan buatan terhadap sistem tenaga kerja di Amerika?
A
Dampak utama kecerdasan buatan adalah perubahan dalam standar perekrutan dan kebutuhan keterampilan, yang mengarah pada penghilangan beberapa pekerjaan tingkat awal.
Q
Bagaimana cara sistem tenaga kerja merespons perubahan yang dibawa oleh kecerdasan buatan?
A
Sistem tenaga kerja merespons dengan meningkatkan keterampilan pekerja yang sudah ada dan beradaptasi dengan kebutuhan pasar yang baru.
Q
Apa yang dikatakan laporan dari Burning Glass Institute tentang pekerjaan dan kecerdasan buatan?
A
Laporan dari Burning Glass Institute menunjukkan bahwa kecerdasan buatan mengubah keterampilan yang diperlukan dalam pekerjaan tanpa menghilangkan peran tersebut.
Q
Siapa saja individu kunci yang terlibat dalam diskusi tentang kecerdasan buatan dan tenaga kerja?
A
Individu kunci termasuk Blake Konczal, Matt Sigelman, dan organisasi seperti Burning Glass Institute dan US Department of Labor.
Q
Apa pendekatan baru yang diambil oleh Dewan Pengembangan Tenaga Kerja Fresno dalam menghadapi tantangan ini?
A
Dewan Pengembangan Tenaga Kerja Fresno berfokus pada peningkatan keterampilan pekerja yang ada melalui intervensi yang tepat dan penggunaan kecerdasan buatan.