Perubahan Besar Dana Dunia untuk Selamatkan Alam dari Kerusakan Parah
Courtesy of Forbes

Perubahan Besar Dana Dunia untuk Selamatkan Alam dari Kerusakan Parah

Mendorong pergeseran aliran dana keuangan dari penggunaan yang merusak alam menuju investasi yang mendukung pemulihan dan pelestarian sumber daya alam untuk keamanan ekonomi dan stabilitas masa depan.

28 Jan 2026, 21.38 WIB
57 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Pentingnya memindahkan investasi dari merusak alam ke memulihkan alam.
  • Dampak negatif dari subsidi berbahaya terhadap praktik pertanian dan keberlanjutan.
  • Keterkaitan antara kehilangan biodiversitas dan keamanan pangan global.
Global, International - Laporan terbaru dari United Nations Environment Programme (UNEP) mengungkap bahwa dana global sebesar 7 triliun dolar saat ini lebih banyak digunakan untuk merusak alam daripada memulihkannya. Dana yang digunakan untuk konservasi hanya sepertigapuluh dari dana yang mendukung perdagangan dan praktik yang berkontribusi pada kerusakan hutan dan ekosistem laut.
Kerusakan alam ini sangat serius karena hampir setengah dari perekonomian dunia bergantung pada kondisi alam yang sehat. Meski begitu, hanya sekitar 220 miliar dolar per tahun yang dialokasikan untuk memperbaiki alam, dengan sebagian besar dana berasal dari pemerintah. Angka ini harus meningkat menjadi lebih dari setengah triliun dolar pada tahun 2030 agar target pelestarian dapat tercapai.
Laporan itu juga menyoroti bahwa ada sekitar 2,4 triliun dolar subsidi dari pemerintah setiap tahun yang justru mendorong praktik pertanian dan sektor lain yang merusak alam. Subsidi ini harus dihentikan dan dialihkan ke cara-cara yang lebih berkelanjutan agar tidak memperburuk kerusakan.
Hal positif adalah mulai ada tanda-tanda perubahan, terutama dari sektor swasta yang mulai mengurangi investasi di minyak dan gas dan mulai berinvestasi lebih besar di sektor yang mendukung alam. Contohnya adalah investasi besar dalam rantai pasok produk bersertifikat dan instrumen keuangan baru yang terhubung dengan pelestarian keanekaragaman hayati.
Di sisi keamanan, pemerintah Inggris mengeluarkan laporan yang mengingatkan bahwa kerusakan alam dan perubahan iklim sudah berdampak pada ketahanan pangan dan bisa memicu konflik jika tidak ada perubahan drastis. Ini menekankan pentingnya investasi lebih lanjut dalam pemulihan alam agar stabilitas global tetap terjaga.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/we-dont-have-time/2026/01/28/every-us1-the-world-invests-in-nature-it-spends-us30-destroying-it/

Analisis Ahli

Martin Krause
"Kerusakan alam bukan hanya masalah lingkungan, tapi ancaman nyata bagi stabilitas ekonomi global."
Katharina Stasch
"Penghentian subsidi yang merusak alam adalah langkah penting untuk mendorong praktik produksi yang berkelanjutan."
Niki Mardas
"Sektor keuangan harus lebih aktif dalam mengukur dan mengelola risiko terkait hilangnya keanekaragaman hayati."

Analisis Kami

"Transformasi besar dalam pengalokasian dana sangat penting untuk menghentikan dan membalikkan kerusakan alam yang terjadi. Tanpa komitmen kuat dari pemerintah dan sektor swasta untuk mengarahkan investasi yang bertanggung jawab, target pemulihan alam alam akan sulit tercapai dan risiko keamanan global terus memburuk."

Prediksi Kami

Jika tidak ada perubahan signifikan dalam aliran dana dan pengelolaan subsidi, kerusakan alam akan terus meningkat, menyebabkan ketidakstabilan ekonomi dan pangan, yang berpotensi memicu krisis pangan, bencana alam yang lebih parah, dan persaingan geopolitik yang berbahaya.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang dibutuhkan untuk memulihkan alam menurut laporan UNEP?
A
Dibutuhkan pergeseran arus keuangan dari $7 triliun yang merusak alam menuju investasi yang memulihkan alam.
Q
Berapa besar investasi yang diperlukan untuk pemulihan alam pada tahun 2030?
A
Investasi yang diperlukan untuk pemulihan alam pada tahun 2030 diperkirakan mencapai $571 miliar.
Q
Apa dampak dari subsidi berbahaya di sektor pertanian?
A
Subsidi berbahaya menyebabkan praktik pertanian yang tidak berkelanjutan dan dapat meningkatkan deforestasi.
Q
Bagaimana sektor swasta berkontribusi terhadap kerusakan alam?
A
Sektor swasta menginvestasikan $4,9 triliun dalam aktivitas yang merusak alam, meskipun ada penurunan dalam investasi minyak dan gas.
Q
Apa yang diprediksi oleh laporan tentang keamanan pangan di Inggris?
A
Laporan tersebut memprediksi bahwa Inggris mungkin mengalami kerawanan pangan akibat keruntuhan ekosistem.