CEO Kini Pimpin Strategi AI Besar, Investasi dan Risiko Melonjak
Courtesy of Forbes

CEO Kini Pimpin Strategi AI Besar, Investasi dan Risiko Melonjak

Menggarisbawahi pentingnya peran para pemimpin bisnis terutama CEO dalam mengelola dan mengawasi transformasi AI yang menyeluruh di perusahaan untuk meraih keuntungan nyata dan menghindari risiko kegagalan.

27 Jan 2026, 06.50 WIB
235 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • CEO kini mengambil peran aktif dalam investasi dan pengembangan AI di organisasi mereka.
  • Penerapan AI memerlukan investasi yang signifikan dan pendekatan yang terencana untuk mengelola perubahan.
  • AI Agens diprediksi akan mengubah struktur organisasi dan cara kerja karyawan dalam jangka waktu dekat.
Dahulu kecerdasan buatan hanya sebuah eksperimen kecil di dalam perusahaan tanpa perhatian khusus dari pimpinan tertinggi. Namun keadaan berubah drastis, saat ini AI menjadi teknologi penting yang mampu mengubah seluruh operasional perusahaan dan membutuh investasi besar, sehingga para CEO mulai khawatir dengan masa depan dan tanggung jawab mereka terkait AI.
Survei Boston Consulting Group menunjukkan bahwa setengah dari CEO merasa posisi mereka akan terancam jika proyek AI yang mereka jalankan gagal. Selain itu, lebih banyak CEO yang siap memimpin proyek AI dibandingkan dengan CIO, CTO, atau eksekutif teknologi lainnya, menandakan pergeseran kepemimpinan yang signifikan dalam manajemen AI.
Rata-rata perusahaan mengalokasikan 1,7% dari pendapatan mereka untuk investasi AI, dengan fokus besar pada agentic AI, yaitu teknologi yang dapat bekerja secara otonom dalam menjalankan tugas-tugas rutin dengan volume besar. Para CEO optimis bahwa AI agent ini akan memberikan keuntungan bisnis yang nyata pada 2026.
Menurut BCG, untuk sukses menerapkan AI diperlukan prinsip pembagian sumber daya yang tepat, yakni 10% untuk algoritma, 20% untuk teknologi dan data, dan 70% untuk manusia serta proses bisnis. Sayangnya banyak organisasi sering salah dalam mengalokasikan sumber daya sehingga gagal dalam transformasi AI.
Transformasi menggunakan agentic AI berpotensi mengurangi jumlah karyawan lini depan dan lapisan manajemen, sehingga para manajer fokus pada tugas bernilai tinggi yang dibantu AI. Pimpinan harus siap merancang ulang proses dan mengelola perubahan agar investasi AI dapat berhasil dan memberikan nilai tambah yang signifikan.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/joemckendrick/2026/01/26/why-ais-10-20-70-principle-should-matter-to-ceos-and-everyone-else/

Analisis Ahli

Eric Jesse
"Transformasi AI memerlukan penyesuaian besar dalam proses bisnis dan kepemimpinan yang berani, termasuk keputusan penting menyangkut arsitektur AI dan investasi yang strategis."

Analisis Kami

"AI bukan hanya tentang teknologi, tapi juga manajemen perubahan besar yang harus dipimpin dengan visioner oleh CEO yang tahu mengintegrasikan AI ke proses bisnis. Banyak perusahaan gagal karena fokus terlalu berat pada teknologi dan algoritma tanpa membenahi sumber daya manusia dan proses organisasi secara menyeluruh."

Prediksi Kami

Penggunaan AI agent akan mengurangi jumlah karyawan garis depan dan lapisan manajemen, sehingga manajer hanya menangani tim kecil dengan tugas-tugas bernilai tinggi yang dibantu oleh AI.

Pertanyaan Terkait

Q
Mengapa CEO merasa terancam jika investasi AI mereka gagal?
A
CEO merasa terancam karena lebih dari 50% dari mereka menyatakan bahwa pekerjaan mereka terancam jika upaya AI mereka gagal.
Q
Apa prinsip '10/20/70' yang disarankan oleh BCG untuk keberhasilan bisnis dengan AI?
A
Prinsip '10/20/70' menyarankan untuk mengalokasikan 10% untuk algoritma, 20% untuk teknologi dan data, dan 70% untuk orang dan proses.
Q
Apa yang harus dipertimbangkan oleh eksekutif ketika mengadopsi AI?
A
Eksekutif harus mempertimbangkan apakah akan menggunakan agen desentralisasi atau infrastruktur terpusat serta apakah akan berinvestasi dalam solusi komersial atau pengembangan internal.
Q
Mengapa penting untuk meredesain proses bisnis dalam penerapan AI?
A
Meredesain proses bisnis penting untuk memastikan bahwa AI dapat berfungsi dengan baik dan memberikan nilai tambah bagi organisasi.
Q
Apa dampak yang diprediksi oleh BCG dari AI Agens terhadap struktur organisasi?
A
BCG memprediksi bahwa AI Agens akan mengurangi jumlah karyawan garis depan dan lapisan manajemen, sehingga memungkinkan manajer untuk fokus pada tugas yang lebih bernilai tinggi.