Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Rahasia Sukses Memanfaatkan AI: Fokus, Disiplin, dan Tata Kelola Ketat di 2026

Teknologi
Kecerdasan Buatan
Forbes Forbes
16 Des 2025
23 dibaca
2 menit
Rahasia Sukses Memanfaatkan AI: Fokus, Disiplin, dan Tata Kelola Ketat di 2026

Rangkuman 15 Detik

Penerapan AI harus dilakukan dengan tujuan dan disiplin untuk menghasilkan nilai yang signifikan.
Investasi dalam pelatihan dan pengembangan talenta yang memahami AI adalah kunci untuk keberhasilan jangka panjang.
Pengelolaan biaya dan akuntabilitas dalam proyek AI perlu ditingkatkan untuk memastikan pengeluaran yang efektif dan efisien.
Saat ini, banyak organisasi menggunakan kecerdasan buatan dalam beberapa fungsi bisnis mereka. Namun, walaupun adopsi AI sangat luas, hanya sebagian kecil saja yang merasakan keuntungan nyata dari teknologinya. Banyak pemimpin bisnis merasa kesulitan karena keluaran AI yang tidak stabil, biaya yang semakin tinggi, dan kurangnya nilai bisnis yang jelas dari penggunaan AI. Perbincangan tentang AI agentik menjadi dominan pada tahun 2025, tapi menurut Gartner, lebih dari 40% dari proyek tersebut akan dihentikan pada tahun 2027. Hal ini disebabkan oleh tingginya biaya dan tidak jelasnya manfaat yang dihasilkan. Proyek AI yang terlalu generik sering gagal karena tidak mampu menangkap kompleksitas dan konteks kerja yang sebenarnya. Sebaliknya, AI yang sukses adalah yang dibuat dengan fokus, hanya untuk domain dan masalah tertentu. Contohnya, di bidang ilmu hayat, tim uji klinis memanfaatkan AI untuk otomatisasi proses screening pasien dan koordinasi regulasi. Sementara di sektor asuransi dan energi, AI juga digunakan secara spesifik untuk penilaian risiko dan pemantauan layanan listrik secara real-time. Seiring dengan pertumbuhan penggunaan AI, biaya pusat data global diperkirakan akan membutuhkan investasi sebesar 6,7 triliun dolar AS hingga tahun 2030. Karena itu, pengeluaran AI semakin diawasi ketat oleh manajemen puncak. Organisasi mulai menerapkan FinOps, yaitu pengelolaan finansial yang disiplin untuk operasi teknologi dan cloud, agar pengeluaran AI tetap terkendali dan memberikan nilai. Lalu, peran pengembang juga berubah. Talent yang paling dibutuhkan sekarang adalah mereka yang dapat menyelaraskan AI dengan tujuan bisnis, mengatur perilaku model, dan mengelola hasilnya dengan bertanggung jawab. Di sisi lain, alat low-code dan no-code memberikan keleluasaan bagi pengguna bisnis, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko jika tanpa pengawasan yang tepat. Oleh karena itu, pendidikan dan pengembangan kemampuan AI dalam organisasi menjadi sangat penting.

Analisis Ahli

Ricardo Madan
AI harus digunakan dengan tujuan jelas dan disiplin agar investasi teknologi tidak sia-sia dan benar-benar memberikan dampak positif pada bisnis.