Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Bagaimana Agentic AI Mengubah Operasi TI dari Reaktif ke Proaktif

Teknologi
Kecerdasan Buatan
Forbes Forbes
18 Nov 2025
156 dibaca
2 menit
Bagaimana Agentic AI Mengubah Operasi TI dari Reaktif ke Proaktif

Rangkuman 15 Detik

Agentic AI dapat mengubah operasional TI dari reaktif menjadi proaktif.
Penting untuk membangun budaya organisasi yang mendukung adopsi teknologi baru.
Pengembangan keahlian dan pelatihan internal dapat mempercepat adopsi agentic AI di dalam organisasi.
Operasi TI tradisional biasanya bersifat reaktif: ketika terjadi masalah, baru kemudian dikerjakan oleh para ahli. Namun, dengan semakin kompleksnya sistem teknologi, cara ini menjadi semakin sulit dan melelahkan. Oleh karena itu, agentic AI hadir sebagai solusi yang mampu mencegah masalah sebelum terjadi, sehingga menghemat waktu dan tenaga. Agentic AI bukan hanya chatbot sederhana, tetapi agen yang bisa beraksi secara mandiri dan prediktif. AI ini dapat mengenali pola-pola awal masalah, mengaitkannya dengan insiden sebelumnya, dan bertindak dalam batas-batas keamanan—misalnya, membatalkan kode yang bermasalah sebelum masalah muncul. Perubahan terbesar adalah bahwa para insinyur TI kini bisa berfokus pada peran strategis sebagai pengelola sistem otonom, bukan hanya menangani insiden satu per satu. Dengan demikian, tenaga ahli dapat lebih fokus pada inovasi dan perencanaan, bukan hanya pemadaman kebakaran digital. Banyak perusahaan sudah mulai mengadopsi agentic AI dengan cepat. Survei PwC menunjukkan bahwa hampir 80% eksekutif senior sudah menggunakan AI agentic, dan mayoritas berencana menaikkan anggaran AI. Keberhasilan besar bergantung pada membangun budaya organisasi yang mendukung, termasuk menciptakan rasa aman bagi tim yang merasa AI adalah peluang, bukan ancaman. Untuk sukses, perusahaan harus memperkenalkan agentic AI secara bertahap, mulai dari tugas-tugas kecil, kemudian meluas. Selain itu, yang paling penting adalah memberdayakan karyawan yang sudah ada melalui pelatihan dan pembentukan komunitas, sehingga AI menjadi bagian nyata dari cara kerja, bukan sekadar tren teknologi.

Analisis Ahli

Alessio Alionço
Agentic AI harus ditempatkan sebagai alat yang memberdayakan profesional TI agar mereka bisa berinovasi dan menciptakan ketahanan sistem, bukan sebagai pengganti tenaga manusia.